EBuzz – Emiten produsen semen pelat merah, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) atau SIG, memperpanjang kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Langkah ini dilakukan guna memperkuat lini produk turunan semen yang aplikatif dan berbasis riset berkelanjutan.
Adapun ruang lingkup kemitraan terbaru antara SIG dan BRIN mencakup lima poin utama, diantaranya yakni, kegiatan riset untuk inovasi produk semen dan turunannya yang bersifat aplikatif. Kemudian, pemanfaatan bersama fasilitas sarana dan prasarana riset, dan advokasi kebijakan terkait implementasi pembangunan berkelanjutan.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menjelaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan perpanjangan dari kerja sama serupa yang telah dijalin sejak Juli 2023. Pada periode sebelumnya, kolaborasi SIG dan BRIN telah menghasilkan sejumlah riset material, di antaranya pengembangan High Performance Concrete dengan Semen Hidraulis, Self Healing Concrete untuk pencegahan dan perbaikan keretakan beton, serta formulasi Chemical Additives untuk semen dan beton.
“Kerja sama riset dengan BRIN adalah langkah strategis untuk menghadirkan beragam solusi material bangunan yang berkualitas, bermutu, dan ramah lingkungan. Langkah ini juga selaras dengan strategi transformasi SIG untuk mengoptimalkan produk turunan semen dan portofolio yang tengah fokus dijalankan oleh Perusahaan,” jelas Indrieffouny dalam keterangan resmi, Rabu (20/5/2026). (21/5).
Penguatan Riset

Indrieffouny menambahkan, penguatan riset merupakan instrumen penting untuk menjawab tantangan sektor konstruksi modern yang menuntut pemenuhan aspek lingkungan.
“Dalam jangka panjang, portofolio produk hijau (green product) ini diproyeksikan mampu memantapkan posisi pasar perusahaan sebagai penyedia solusi bahan bangunan terbesar di industri domestik,” ucapnya.
Baca Juga : Laba Semen Indonesia (SMGR) Merekat di Kuartal I-2026, Apa Rahasianya?
Di sisi lain, Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, memaparkan bahwa program “BRIN Goes To Industry” diselenggarakan sebagai wadah hilirisasi hasil riset agar dapat diadopsi langsung oleh sektor industri nasional.
Langkah ini disebut searah dengan strategi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, di mana otoritas riset didorong untuk berkontribusi pada prioritas pembangunan nasional yang berorientasi pada harmoni antara ekosistem lingkungan dan dunia industri.
Sinergi kedua lembaga ini dikukuhkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, dan Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, R. Hendrian, dalam rangkaian acara “BRIN Goes To Industry 4” di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

