EBuzz – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan rangkaian kegiatan “Elevate 2026: Indonesia Islamic Capital Market – 15 Years Rising Heading Worldwide”. Perhelatan ini digelar untuk menandai 15 tahun perjalanan pasar modal syariah domestik.
Direktur BEI, Risa E. Rustam, menyampaikan bahwa Elevate 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pasar modal syariah di tingkat dunia.

“Kegiatan ini mencerminkan komitmen kami dalam memperkuat kolaborasi internasional, memperluas konektivitas global, serta membangun kemitraan yang bermakna antara investor, pelaku pasar, regulator, dan para pakar keuangan syariah kelas dunia,” jelas Risa dalam sambutannya di Jakarta, Rabu (20/5/2026). (21/5).
Lebih lanjut dirinya menambahkan, agenda ini menjadi kilas balik sejumlah tonggak sejarah instrumen syariah nasional, mulai dari peluncuran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), penerbitan Fatwa DSN-MUI Nomor 80, hingga implementasi Sistem Online Trading Syariah (SOTS).
“Secara total, rangkaian acara ini menghadirkan 3 forum internasional, 7 seminar dan talk show tematik, serta 1 inspirational talk dengan melibatkan lebih dari 40 narasumber dari kalangan regulator dan pelaku industri syariah global,” lanjutnya.
Pertumbuhan Investor Syariah

Risa mencatat, sektor pasar modal syariah Indonesia membukukan pertumbuhan signifikan dalam jangka panjang. Jumlah saham yang masuk dalam kategori syariah tercatat melonjak 184% menjadi 673 saham, dibandingkan posisi tahun 2011 yang hanya sebanyak 237 saham. Porsi tersebut setara dengan 70% dari total saham yang tercatat di papan perdagangan BEI saat ini.
“Pertumbuhan tersebut diikuti oleh pergerakan kapitalisasi pasar ISSI yang melesat 255% sejak 2011 hingga menembus angka US$399 miliar. Dari sisi pemegang saham, data Anggota Bursa penyedia SOTS menunjukkan jumlah investor syariah melesat dari 531 investor pada 2012 menjadi 226.457 investor per April 2026, atau mengalami pertumbuhan signifikan dalam kurun waktu tersebut,” pungkas Risa.

