EBuzz – Bursa Efek Indonesia (BEI) menyambut positif pemaparan dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 yang disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Otoritas pasar modal menilai, target indikator makro yang dipasang pemerintah mampu menjadi katalis positif bagi iklim investasi domestik. Hal ini, disampaikan oleh Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta.

Penjabat sementara (Pjs) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menyatakan optimismenya terhadap prospek perekonomian nasional ke depan seiring dengan rilisnya target-target fiskal tersebut. Menurutnya, arah pertumbuhan ekonomi yang positif secara langsung akan mengerek tingkat kepercayaan diri para pelaku pasar di industri pasar modal.
“Kita optimis, optimis dengan prospek ekonomi kita. Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, dengan kemudahan berusaha dan investasi, tentu kita optimis,” ujar Jeffrey saat ditemui wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Jeffrey menambahkan, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak linier sejalan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi yang dibidik pemerintah. “Asumsi makro yang akomodatif terhadap dunia usaha dipercaya mampu merangsang pertumbuhan kapitalisasi pasar di dalam negeri,” jelasnya.

Berdasarkan dokumen KEM-PPKF 2027 yang dipaparkan Kepala Negara di hadapan parlemen, pemerintah secara resmi menetapkan sejumlah bauran target indikator makro utama sebagai basis penyusunan anggaran. Pemerintah membidik angka pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,8% hingga 6,5% untuk periode tahun 2027. Sementara, untuk nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditargetkan bergerak stabil pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
Baca Juga : Prabowo Targetkan Rupiah Rp16.800-Rp17.500 di 2027, Ini Asumsinya
Kemudian, Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) diproyeksikan akan menyentuh level US$70 – US$95 per barel, sedangkan untuk lifting minyak bumi sekitar 602.000 – 615.000 barel per hari (bph). Dan, lifting gas bumi: 934.000 – 977.000 barel setara minyak per hari (bsmph).

