EBuzz – Jelang Right Issue PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) yang akan berlangsung pada akhir bulan Mei hingga awal juni 2026. Investor yang dikenal sebagai “raja kripto” Indonesia, Gabriel Rey, melalui holding PT Pukul Rata Kanan secara resmi mengumumkan kepemilikan saham sebesar 1,01% atau 46 juta lembar saham di Cakra Buana Resources Energi.
Informasi tersebut disampaikan melalui keterbukaan informasi BEI dalam data laporan bulanan registrasi pemegang efek.
Langkah ini langsung menarik perhatian pasar, mengingat profil Gabriel Rey selama ini dikenal sebagai investor dengan eksposur besar di aset crypto dan beberapa portofolio lainnya seperti, top golf, anytime fitnes, jungle padel.
Baca juga: Komisaris dan Direktur INET Kompak Resign Berbarengan, Ada Apa?
Dengan latar belakang tersebut, keputusan untuk membeli CBRE merupakan langkah baru gabriel rey masuk ke dunia saham dalam negeri.
Masuknya Gabriel Rey tidak dilihat sebagai aksi investasi biasa, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam menangkap peluang di sektor riil.
Di tengah volatilitas pasar kripto dan tekanan geopolitik global, diversifikasi ke sektor energi dinilai sebagai langkah defensif sekaligus oportunistik, dan ini merupakan langkah strategis untuk memperluas eksposur ke sektor riil
“Saya melihat sektor energi, khususnya yang memiliki kapabilitas terintegrasi seperti CBRE, sebagai fondasi penting dalam siklus pertumbuhan ekonomi berikutnya. Ini bukan hanya soal valuasi saat ini, tetapi positioning jangka panjang,” ujar Gabriel Rey dalam keterangan resminya.
CBRE memiliki eksposur strategis di sektor energi dan infrastruktur, melalui keterkaitan dengan PT Gunanusa Utama Fabricators yang dikenal sebagai pemain utama di sektor Engineering, Procurement, and Construction (EPCIC) untuk industri minyak dan gas.
Selain itu, perusahaan juga memiliki kapabilitas konstruksi offshore serta potensi integrasi dengan aset laut seperti kapal offshore, pipelaying, dan heavy lift
Selain itu, hingga saat ini Andry Hakim juga masih menjadi salah satu pemegang saham CBRE dengan kepemilikan 5,07% atau 230 juta lembar saham.
Secara keseluruhan, Masuknya Gabriel Rey dan Andry Hakim ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap sektor energi Indonesia, sebagai sektor defensif di tengah ketidakpastian global.
CBRE kini diposisikan tidak hanya sebagai perusahaan energi, tetapi juga sebagai platform strategis yang mampu menangkap peluang dari disrupsi rantai pasok energi global.

