Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat di Brebes, WIKA Ungkap Progres Capai 7,44%

EBuzz – Emiten konstruksi pelat merah, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), terus memacu akselerasi pembangunan proyek Sekolah Rakyat di Brebes, Jawa Tengah. Hingga 3 Mei 2026, perseroan melaporkan progres fisik proyek strategis tersebut telah menyentuh angka 7,44%, dengan fokus utama pada penguatan infrastruktur dasar.

Secara rinci, pembangunan saat ini terkonsentrasi pada pengerjaan struktur yang telah mencapai progres 8,37%, sementara untuk pengerjaan kawasan tercatat berada di level 1,36%.

Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, menilai pencapaian tersebut menunjukkan performa pengerjaan yang melampaui ekspektasi awal di lapangan. Menurutnya, proyek ini dipandang sebagai manifestasi sinergi antara BUMN dan pemerintah dalam memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Langkah ini juga dinilai selaras dengan prioritas Astacita dalam menciptakan pembangunan manusia yang unggul melalui akses pendidikan berkualitas.

“Capaian ini menunjukkan tren positif, di mana deviasi terhadap rencana kumulatif (kurva S) terus membaik dibandingkan minggu sebelumnya, mencerminkan efektivitas langkah percepatan di lapangan,” ujar Agung Budi Waskito dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (6/5/2026). (7/5).

Inovasi Konstruksi

Lebih lanjut Agung menambahkan, guna menjaga momentum percepatan, WIKA menerapkan berbagai strategi konstruksi mutakhir. Salah satu inovasi yang diandalkan adalah penggunaan struktur baja dan plat lantai Hollow Core Slab (HCS) yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi waktu pelaksanaan secara signifikan.

Tren peningkatan progres ini merupakan buah dari kolaborasi solid dan penerapan teknologi konstruksi yang tepat guna.

“WIKA terus mendorong percepatan pembangunan melalui optimalisasi metode kerja dan penguatan sumber daya. Proyek ini tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya bersama mendukung agenda strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional,” pungkasnya.

Baca Juga : WIKA Lepas Seluruh Saham di Hotel Indonesia Group, Fokus Perkuat Kinerja Keuangan

Tak hanya dari sisi metode, dukungan sumber daya manusia dan peralatan juga ditingkatkan secara masif. Hingga saat ini, jumlah tenaga kerja yang dikerahkan mencapai 1.400 orang dengan pemberlakuan dua shift kerja guna mengoptimalkan waktu di lapangan. Penambahan alat angkat dan alat berat juga dilakukan untuk memastikan koordinasi setiap tahapan berjalan sinkron.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini