EBuzz – Emiten teknologi PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) melakukan efisiensi sumber daya manusia (SDM) yang cukup signifikan, di mana jumlah karyawan menyusut drastis dari 1.018 orang pada akhir 2024 menjadi hanya tersisa 424 orang per Desember 2025.
Perampingan ini merupakan buntut dari penghentian bertahap sejumlah lini usaha dan penutupan entitas anak yang telah dieksekusi sejak kuartal IV-2024. Dan kini, perseroan memutuskan untuk memusatkan seluruh kekuatannya pada empat segmen utama, yakni Mitra Bukalapak, Gaming, Investment, dan Retail.
Sekretaris Perusahaan Bukalapak, Cut Fika Lutfi menjelaskan bahwa, keputusan pahit ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memprioritaskan unit bisnis yang lebih menjanjikan.
“Langkah ini diambil untuk memastikan fokus Perseroan pada segmen usaha yang memiliki potensi pertumbuhan berkelanjutan,” tulis Cut Fika, Rabu (6/5/2026). (7/5).
Efisiensi Operasional

Menurutnya, pemangkasan staf ini bertujuan untuk menyelaraskan alokasi sumber daya agar operasional menjadi jauh lebih efisien tanpa membatalkan kebijakan strategis material lainnya.
Dirinya menambahkan, jika dilihat dari sisi kinerja, Bukalapak yang tercatat di Papan Ekonomi Baru menunjukkan performa pendapatan yang tumbuh rata-rata tahunan (CAGR) sebesar 22% selama tiga tahun terakhir.
Namun, ada pergeseran paradigma dalam pelaporan kinerjanya. BUKA kini mulai meninggalkan parameter tradisional yang selama ini menjadi identitas platform e-commerce, seperti Total Processing Value (TPV), Gross Merchandise Value (GMV), dan Gross Transaction Value (GTV).
“Indikator-indikator tersebut dianggap tidak lagi relevan mencerminkan kondisi riil perusahaan setelah operasional marketplace produk fisik resmi dihentikan. Sebagai gantinya, manajemen kini lebih menitikberatkan pada kualitas pendapatan serta profitabilitas di setiap segmen usaha yang dijalankan,” tegasnya.
Baca Juga : Tambah Kepemilikan, Kreatif Media Karya Jadi Genggam 40,55% Saham Bukalapak
Mengenai prospek ke depan, perseroan menyatakan tidak memiliki rencana aksi korporasi spesifik dalam kurun waktu 12 bulan mendatang. Selain itu, manajemen juga mengonfirmasi bahwa perkara hukum yang sebelumnya melibatkan PT Harmas Jalesveva telah dinyatakan selesai sepenuhnya sejak Oktober 2025.

