EBuzz – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penguatan integritas dan transparansi pasar modal domestik. Langkah strategis ini diambil guna memastikan bursa saham Indonesia tetap kokoh berada dalam kategori emerging market berdasarkan klasifikasi penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa penyedia indeks tersebut dijadwalkan akan melakukan evaluasi rutin pada 12 Mei 2026. Tahapan krusial ini mencakup penyesuaian bobot saham serta perhitungan ulang indeks yang dilakukan secara berkala setiap tiga bulan.
“Informasi early warning yang kita hadirkan itu rupanya sudah ditangkap dengan baik oleh investor,” ujar Hasan saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Menurut Hasan, berbagai upaya penguatan transparansi yang kini gencar dilakukan otoritas memiliki potensi untuk memicu perubahan komposisi saham dalam indeks global tersebut. Meski demikian, fenomena tersebut dinilai bukan sebagai kendala karena para pelaku pasar dianggap telah melakukan antisipasi lebih awal terhadap dinamika yang terjadi.
Baca Juga : Usai Bertemu MSCI, OJK Paksa Emiten Naikkan Free Float Jadi 15%
OJK memastikan bahwa seluruh distribusi informasi penting terkait kebijakan pasar dilakukan secara simetris dan merata melalui kanal resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). “Hal ini bertujuan agar seluruh lapisan investor, baik domestik maupun global, memiliki akses data yang setara sebagai dasar pengambilan keputusan investasi yang rasional sesuai dengan profil risiko masing-masing,” tutupnya.

