EBuzz – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) telah melakukan pertemuan dengan penyedia indeks global yakni MSCI di Amerika Serikat. Dalam pertemuan tersebut, MSCI memberikan pengakuan atas kemajuan transparansi yang telah dituntaskan per Maret 2026, termasuk penyediaan data kepemilikan saham di atas 1% serta implementasi daftar High Shareholding Concentration (HSC).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa transparansi informasi ini sangat krusial bagi indeks provider dalam menentukan klasifikasi free float yang akurat.
Menurutnya, selain detail klasifikasi tipe investor yang kini diperluas dari 9 menjadi 39 kategori, OJK juga secara resmi telah berkomitmen meningkatkan standar minimum free float bagi perusahaan tercatat secara bertahap dari 7,5% menjadi 15%.
“Kami harapkan nanti akan mulai terlihat hasil dari pemanfaatan data dimaksud pada siklus rebalancing dan kalkulasi indeks rutin MSCI di tanggal 12 Mei 2026. Melalui mekanisme pengklasifikasian market di bulan Juni, kita harapkan Indonesia tetap diakui dan menjadi bagian dari indeks kategori emerging market sesuai dengan kondisi saat ini,” ujar Hasan Fawzi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Reformasi Pasar Modal Indonesia

Hasan mengakui bahwa, peningkatan integritas dan keterbukaan informasi ini mungkin memicu dampak jangka pendek berupa rekomposisi bobot maupun penghuni saham di indeks MSCI dan FTSE Russell.
“Pasar telah melakukan antisipasi lebih awal terhadap saham-saham yang terindikasi mengalami penyesuaian, yang menunjukkan bahwa sistem early warning yang dihadirkan OJK telah ditangkap dengan baik oleh investor untuk kepentingan strategi investasi sesuai profil risiko masing-masing,” katanya.
Lebih lanjut Hasan menambahkan, guna memperkuat kepercayaan global, OJK dengan dukungan World Bank dan IFC mulai membentuk Investor Advisory Group untuk berdialog langsung dengan investor regional dan global secara virtual.
Baca Juga : Respon Pengumuman MSCI, OJK Dorong Transparansi Kepemilikan Saham
Forum ini bertujuan mendapatkan masukan lebih lanjut mengenai kebutuhan data yang diperlukan untuk meningkatkan akseptansi pasar modal Indonesia sebagai tujuan investasi yang terpercaya, setara dengan standar bursa terkemuka dunia.

“Prinsipnya pokoknya kita tidak akan ragu, tidak akan pernah surut, akan terus mendorong peningkatan integritas di pasar modal kita. Investor domestik institusi yang tujuannya jangka panjang diharapkan semakin banyak mengalokasikan investasinya ke pasar modal, baik saham maupun reksa dana, daripada hanya menempatkan instrumen di perbankan, karena kini kita dorong integritas dan transparansi seluas-luasnya,” pungkas Hasan.

