EBuzz – Emiten komponen baterai kendaraan listrik Grup Merdeka, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), memperkokoh integrasi operasional di dalam ekosistem grup melalui pelaksanaan transaksi afiliasi perjanjian penyediaan jasa konstruksi dengan nilai total mencapai Rp3,3 triliun.
Langkah strategis ini melibatkan PT Merdeka Mining Servis (MMS) sebagai penyedia jasa yang akan memberikan layanan konstruksi serta pelaksanaan jasa relevan lainnya kepada dua entitas terkendali MBMA, yakni PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) dan PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI).

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis, jangka waktu perjanjian ini ditetapkan berlaku selama dua tahun dan akan diperpanjang secara otomatis untuk periode dua tahun berikutnya, dengan rincian nilai transaksi sebesar Rp2,8 triliun dialokasikan untuk SCM dan Rp510,7 miliar diperuntukkan bagi MTI.
Direktur Utama MBMA, Teddy Nuryanto Oetomo, menuturkan bahwa, melalui perjanjian tersebut, MMS telah sepakat untuk memberikan kegiatan jasa konstruksi dan/atau pelaksanaan jasa yang relevan lainnya guna mendukung kelancaran operasional di level anak usaha.
Pelaksanaan transaksi ini secara struktur melibatkan entitas yang saling terafiliasi di bawah kendali PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), di mana SCM merupakan perusahaan terkendali MBMA dengan kepemilikan saham tidak langsung sebesar 51,00 persen, sementara MTI dikendalikan secara tidak langsung sebesar 80,00 persen, dan MMS sendiri dimiliki langsung oleh MDKA sebesar 99,99 persen.
“Transaksi ini diharapkan dapat memberikan dukungan dan bantuan kepada SCM dan MTI dalam kelangsungan kegiatan usahanya, sehingga menciptakan dampak positif bagi perseroan, yang pada akhirnya menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham,” tutur Tedy dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin (6/4/2026).
Transaksi Afiliasi Grup Merdeka

Teddy menegaskan bahwa, keputusan untuk menjalin kerja sama dengan pihak terafiliasi didasarkan pada pertimbangan aspek efisiensi biaya, kesesuaian kompetensi, serta kebutuhan operasional mendesak di lapangan.
“Dengan dilaksanakannya transaksi ini, SCM dan MTI diyakini dapat menjalankan kegiatan usahanya secara lebih efisien baik dari sisi penganggaran maupun teknis operasional karena MMS dinilai memiliki pengalaman serta kapabilitas yang relevan dalam penyediaan jasa konstruksi pertambangan yang dibutuhkan,” tegasnya.
Baca Juga : MBMA Siapkan Rp1,7 Triliun untuk Buyback Saham, Targetkan Stabilkan Harga di Pasar
Melalui koordinasi di bawah satu payung grup, pelaksanaan transaksi dengan MMS sebagai pihak terafiliasi dipandang lebih optimal dibandingkan dengan melibatkan pihak luar, sehingga menjamin sinkronisasi standar kualitas dan ketepatan waktu proyek yang menjadi tulang punggung rantai pasok material baterai perseroan di masa depan.

