EBuzz – Kinerja keuangan PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) mengalami tekanan sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, seperti dikutip Senin (23/3/2026), perusahaan mencatat laba bersih sebesar Rp194,59 miliar pada 2025, turun 40,11 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp324,94 miliar.
Sejalan dengan penurunan laba, laba per saham juga menyusut menjadi Rp327 dari sebelumnya Rp546.
Menariknya, di tengah penurunan laba, penjualan justru meningkat. Pendapatan perusahaan naik 21,62 persen menjadi Rp9,73 triliun dari Rp8 triliun pada 2024. Namun, kenaikan ini tidak diikuti efisiensi biaya.
Beban pokok penjualan melonjak lebih tinggi, yakni 24,56 persen menjadi Rp9,28 triliun. Akibatnya, laba kotor turun menjadi Rp447,36 miliar dari sebelumnya Rp546,04 miliar.
Baca juga: Prabowo Kumpulkan Menteri, Bahas Strategi Hemat Energi Hadapi Gejolak Global
Dari sisi operasional, beban penjualan meningkat menjadi Rp128,37 miliar, sementara total beban usaha naik signifikan menjadi Rp197,29 miliar dari Rp155,06 miliar. Hal ini menekan laba usaha yang turun menjadi Rp250,07 miliar dari Rp390,98 miliar.
Selain itu, beberapa pos lain juga mengalami penurunan, seperti laba selisih kurs dan pendapatan bunga. Bahkan, perusahaan mencatat beban lain-lain sebesar Rp9,93 miliar, berbalik dari sebelumnya mencatat surplus.
Meski laba tertekan, kondisi neraca perusahaan relatif membaik. Total aset meningkat menjadi Rp2,48 triliun dari Rp2,38 triliun, sementara ekuitas naik menjadi Rp2,01 triliun. Di sisi lain, liabilitas sedikit turun menjadi Rp473,85 miliar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun penjualan tumbuh, tekanan dari sisi biaya dan operasional menjadi faktor utama yang menggerus profitabilitas perusahaan sepanjang 2025.

