EBuzz – PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) melaporkan volume lalu lintas kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek mencapai 812.342 unit pada periode H-10 hingga H-6 menjelang Idulfitri 1447 H, atau tercatat sejak Rabu hingga Minggu periode 11 hingga 15 Maret 2026.
Angka kumulatif yang dihimpun dari empat Gerbang Tol (GT) Utama yakni Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Cikupa, dan Ciawi tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 9,6% dibandingkan volume lalu lintas normal yang berada di kisaran 740.988 kendaraan.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengonfirmasi bahwa mayoritas arus kendaraan mengalir ke arah Timur menuju Trans Jawa dan Bandung dengan kontribusi sebesar 47,4% atau sebanyak 385.245 kendaraan, disusul arah Barat menuju Merak sebesar 31,4%, dan arah Selatan menuju Puncak sebesar 21,2%.
“Secara sektoral, arus lalin menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama mencatatkan lonjakan paling tajam hingga 56,4% di atas kondisi normal dengan total 228.239 kendaraan,” kata Rivan di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
Rivan menambahkan, untuk jalur sebaliknya, pergerakan menuju Bandung via GT Kalihurip Utama justru terkoreksi 5,3% lebih rendah dari biasanya, sementara jalur menuju arah Merak melalui GT Cikupa mengalami pertumbuhan moderat sebesar 4,8%.
“Untuk jalur Selatan, kendaraan yang melintasi GT Ciawi menuju arah Puncak tercatat menurun 7,3% dibandingkan periode normal. Khusus pada H-6 Lebaran atau Minggu 15 Maret 2026, volume lalin harian tercatat melesat 21,3% dari angka normal menjadi 162.129 kendaraan, yang menandai fase awal puncak arus mudik pada jaringan jalan tol yang dikelola perseroan,” tambahnya.
Kebijakan WFA dan Diskon Tarif Tol

Lebih lanjut ia menilai, peningkatan volume kendaraan ini dipengaruhi secara signifikan oleh implementasi stimulus tarif berupa diskon tol sebesar 30% yang diberlakukan di sembilan ruas tol utama Jasa Marga Group sejak Minggu (15/03).
Selain insentif tarif, kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang ditetapkan pemerintah selama lima hari pada periode Maret 2026 turut menjadi katalisator bagi masyarakat untuk memulai perjalanan lebih awal guna menghindari kepadatan di hari puncak.
“Fleksibilitas waktu kerja ini berdampak pada distribusi beban lalu lintas yang mulai tersebar di ruas-ruas tol strategis seperti Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Layang MBZ, hingga jaringan tol di Trans Sumatra dan wilayah Bandung-Cisumdawu,” tutur Rivan.
Baca Juga : Ini Daftar 9 Ruas Tol Jasa Marga yang Kena Diskon 30 Persen Saat Mudik Lebaran
Sementara itu dalam upaya menjaga kelancaran operasional, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengoptimalkan persiapan perjalanan, mulai dari pengecekan saldo kartu uang elektronik hingga pemanfaatan aplikasi Travoy untuk memantau kondisi lalin secara real-time.
Perseroan menegaskan pentingnya kesiapan fisik kendaraan dan pengemudi, serta menyarankan penggunaan rest area secara bijak guna memastikan aspek keamanan selama perjalanan mudik berlangsung.

Dengan orkestrasi kebijakan diskon tarif dan pengaturan pola kerja fleksibel, emiten jalan tol pelat merah ini berupaya mengelola lonjakan volume kendaraan agar tetap dalam batas kapasitas operasional yang terjaga di seluruh jaringan tol Trans Jawa dan Sumatra.

