EBuzz – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tengah mengakselerasi transformasi bisnis secara komprehensif guna memperkuat posisi tawar di industri perbankan nasional melalui implementasi visi strategis periode 2025-2029.
Emiten bersandi saham BBTN ini memproyeksikan diri sebagai mitra utama dalam pemberdayaan finansial keluarga Indonesia dengan melakukan perombakan pada operasional kredit, modernisasi infrastruktur kantor cabang, hingga perluasan ekosistem layanan digital.
Baca Juga : BTN Sediakan Kuota Mudik Gratis untuk 3.500 Pemudik, Ini Jadwal dan Rutenya
Direktur Operations BTN, I Nyoman Sugiri Yasa, menegaskan bahwa, reposisi citra perusahaan diarahkan untuk menghapus impresi bank yang hanya berfokus pada pembiayaan perumahan, melainkan beralih menjadi penyedia jasa keuangan lengkap yang mencakup aspek investasi, transaksi, dan kebutuhan perbankan holistik lainnya bagi keluarga Indonesia.

“Dalam struktur rencana strategis korporasi, BTN menitikberatkan pada penguatan mesin pendanaan berkelanjutan atau sustainable funding sebagai fundamen utama intermediasi perbankan,” kata Nyoman, Jumat (13/3/2026). (16/3).
Kata Nyoman, transformasi ini juga mencakup pengembangan strategi cross selling yang lebih agresif melalui pendekatan beyond mortgage. Melalui skema ini, bank tidak hanya menawarkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), namun juga mengintegrasikan berbagai lini produk mulai dari payroll, kartu kredit, investasi, kredit multiguna, hingga pembiayaan kendaraan bermotor dan kredit modal kerja guna menangkap potensi kebutuhan finansial nasabah pasca-akuisisi hunian.
“Stabilitas sumber pendanaan dipandang sebagai instrumen krusial untuk memastikan ketersediaan likuiditas dalam penyaluran pembiayaan yang optimal,” ucapnya.
BTN Perkenalkan Loan Factory

Dirinya menambahkan, Efisiensi operasional menjadi pilar pendukung dalam menghadirkan pengalaman nasabah yang lebih baik melalui pembaruan proses pengelolaan kredit atau loan processing. BTN memperkenalkan sistem loan factory yang menyentralisasi seluruh proses pengajuan dan pengolahan kredit konsumer secara digital di tingkat pusat untuk menggantikan enam Regional Loan Processing Center (RLPC) yang sebelumnya tersebar di berbagai wilayah.
“Langkah sentralisasi ini bertujuan untuk menciptakan standarisasi layanan, memperkuat kontrol monitoring, serta menghilangkan disparitas produktivitas antarregional. Dengan meminimalisir intervensi manual, sistem loan factory diharapkan mampu menghasilkan layanan kredit yang lebih cepat, akurat, transparan, serta memiliki tolak ukur kualitas yang seragam di seluruh Indonesia,” jelas Nyoman.
Pada sisi fisik dan jaringan, perseroan menjalankan program rejuvenating branch guna melakukan modernisasi pada jaringan kantor cabang agar lebih dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman. Di mana, sepanjang tahun 2025, BTN telah merealisasikan pembukaan 20 kantor cabang baru serta melakukan relokasi dan penataan ulang pada puluhan kantor lainnya dengan konsep yang lebih modern untuk mengubah kesan birokratis.
Selain itu, ekspansi digital diperkuat melalui pengembangan BTN Digital Store yang ditempatkan di pusat perbelanjaan dan kawasan komersial strategis.

Baca Juga : BTN Siapkan Sejumlah Aksi Korporasi 2026, Bangun Anak Usaha Asuransi dan Multifinance
“Melalui kolaborasi dengan gaya hidup urban, seperti integrasi dengan gerai kopi lokal, bank berupaya hadir lebih dekat dalam aktivitas keseharian masyarakat tanpa menghilangkan pendampingan dari tenaga ahli atau superstaff,” tegasnya.
Transformasi operasional BTN juga menjangkau aspek tata kelola dokumen agunan mengingat besarnya portofolio KPR yang dikelola perusahaan. Pembangunan Records Center modern di beberapa kota besar seperti Bandung, Semarang, Surabaya, dan Jakarta menjadi solusi untuk memastikan keamanan dokumen kredit dengan teknologi penyimpanan tahan api dan sistem pengamanan tingkat tinggi.

