Jual Pabrik Rp135 Miliar, Emiten Kaesang (PMMP) Fokus Pangkas Utang ke Bank BCA

EBuzz – PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) telah melakukan eksekusi penjualan aset properti dan fasilitas produksi milik entitas anak usahanya kepada pihak ketiga non-afiliasi pada tanggal 13 Maret 2026.

Sekretaris Perusahaan PMMP, Hirawan Tedjokoesoemo, mengonfirmasi bahwa, PT Tri Mitra Makmur (TMM) bertindak sebagai pihak penjual yang melepas lahan seluas 66.835 meter persegi di Situbondo, Jawa Timur, kepada PT Nusantara Seafood Adhikarya (Nusea). Transaksi yang bernilai Rp135 miliar tersebut mencakup pengalihan hak atas tanah, bangunan pabrik, serta mesin dan sarana produksi yang berlokasi di Desa Landangan.

“Seluruh dana segar yang diperoleh dari divestasi aset ini dialokasikan perusahaan untuk melakukan pelunasan sebagian pokok pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk sebagai bagian dari upaya perbaikan struktur keuangan konsolidasi,” kata Hirawan dalam keterbukaan informasi BEI. (16/3).

Menurut Hirawan, langkah divestasi ini merupakan bagian dari manuver strategis perseroan dalam mengoptimalkan efisiensi operasional di tengah dinamika pasar ekspor yang menantang.

Di mana, perseroan sebelumnya telah menerapkan sejumlah langkah rasionalisasi, termasuk penyesuaian jumlah tenaga kerja dan penonaktifan beberapa fasilitas pabrik (plant) yang tidak terpakai guna menekan biaya pemeliharaan dan utilitas seperti listrik. Sejak awal tahun 2024, penurunan permintaan dari pasar Amerika Serikat telah memaksa PMMP untuk melakukan penyesuaian kapasitas produksi.

“Saat ini, emiten pengolah makanan laut tersebut memilih untuk memusatkan aktivitas produksinya pada fasilitas dengan kapasitas terbesar yang memiliki kemampuan manufaktur seluruh item produk guna mencapai skala ekonomi yang lebih optimal,” lanjutnya.

Baca Juga : Komisaris PMMP Salis Teguh Hartono Resmi Mengundurkan Diri

Secara teknis, penjualan aset TMM 1, TMM 2, dan TMM 4 di Situbondo ini juga merupakan respon atas permintaan debitur perbankan dalam proses pengajuan restrukturisasi utang.

Dengan melepas sebagian aset yang menjadi jaminan, perseroan menargetkan penurunan biaya bunga yang signifikan serta mendapatkan kelonggaran waktu pembayaran kewajiban finansial.

“Manajemen menegaskan bahwa meskipun terdapat pengurangan jumlah fasilitas produksi, transaksi ini tidak akan mengganggu proyeksi pendapatan perseroan,” tegas Hirawan.

Hirawan menambahkan bahwa penguatan manajemen biaya melalui pelunasan sebagian pokok utang bank merupakan prioritas utama untuk memastikan fleksibilitas arus kas perusahaan tetap terjaga di periode mendatang.

“Fokus pada strategi efisiensi ini diharapkan dapat menjaga keberlanjutan bisnis perseroan di tengah volatilitas industri logistik dan pangan global,” imbuhnya.

Adapun, dampak jangka panjang dari transaksi ini diproyeksikan akan memperkuat fundamental keuangan PMMP melalui struktur neraca yang lebih ramping dan biaya operasional yang lebih rendah.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini