Ini Alasan PEFINDO Sematkan Peringkat idA+ untuk Green Bond ARKO

EBuzz – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) secara resmi menetapkan kembali peringkat idA+(pg) untuk Obligasi Berwawasan Lingkungan I Tahun 2023 yang diterbitkan oleh PT Arkora Hydro Tbk (ARKO).

Manajemen PEFINDO mengatakan, penegasan peringkat pada instrumen utang hijau ini didasarkan pada adanya struktur penguatan kredit berupa penjaminan sebagian dari PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) yang memiliki peringkat idAAA dengan prospek stabil.

Penjaminan oleh IIF tersebut mencakup sekurang-kurangnya 75 persen dari nilai pokok obligasi secara prorata, pembayaran kupon triwulanan minimal sebesar 200 persen, serta biaya keterlambatan maupun pinalti dengan nilai sekurang-kurangnya Rp7,0 miliar.

Seiring dengan jatuh tempo pada setiap seri obligasi, jumlah yang dijamin dapat berkurang secara bertahap namun tetap diwajibkan untuk mempertahankan proporsi 75 persen dari jumlah pokok dan kupon triwulanan yang tersisa.

“Peringkat yang disematkan pada instrumen ini mencerminkan kualitas penjaminan dari IIF yang bersifat tanpa syarat dan tidak dapat ditarik kembali, yang dikombinasikan dengan profil kredit mandiri ARKO,” kata manajemen. (13/3).

PEFINDO menilai, ARKO memiliki pengelolaan operasional yang baik serta fleksibilitas keuangan yang kuat, ditambah dengan keuntungan strategis dari komitmen pemerintah dalam pengembangan pasokan energi terbarukan di Indonesia.

“Peringkat tersebut juga turut mempertimbangkan posisi ARKO sebagai produsen tenaga listrik independen (IPP) mini hidro yang masih berada pada level moderat, profil keuangan yang dinilai agresif, serta risiko paparan terhadap kondisi hidrologis yang memengaruhi kinerja pembangkit,” jelasnya.

Baca Juga : Proyek PLTA Kukusan 2 Resmi Beroperasi, Arkora Hydro Perkuat Komitmen Energi Bersih

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, ARKO fokus pada pengembangan dan pengoperasian proyek pembangkit listrik tenaga mini hidro serta didukung oleh perusahaan afiliasi yang menyediakan jasa konstruksi, operasi, dan pemeliharaan.

Per 31 Desember 2025, komposisi kepemilikan saham perseroan dikuasai oleh PT Arkora Bakti Indonesia sebesar 41,89 persen dan PT Energia Prima Nusantara (bagian dari grup PT United Tractors Tbk atau UNTR) sebesar 26,55 persen, sementara sisanya dimiliki oleh ACEI Singapore Holdings Private Ltd, perorangan, dan publik sebesar 26,76 persen.

Sebagai pihak penjamin, IIF merupakan lembaga keuangan swasta non-bank dengan struktur kepemilikan yang melibatkan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) serta institusi multilateral seperti IFC dan ADB, dengan fokus pada pembiayaan proyek infrastruktur komersial melalui berbagai produk dana maupun non-dana.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini