EBuzz – PT Multitrend Indo Tbk (BABY) telah menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan RUPS Independen pada 12 Februari 2026.
Rapat dinyatakan sah karena dihadiri pemegang saham yang mewakili 2.516.342.806 saham atau 96,182% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.
Manajemen BABY menyampaikan bahwa agenda II RUPSLB menyetujui rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue. Perseroan akan menerbitkan sebanyak 238,59 juta saham baru, setara 8,36% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah aksi korporasi.
“Harga pelaksanaan rights issue ditetapkan sebesar Rp590 per saham, dengan rasio 57 saham baru untuk setiap 625 saham lama yang dimiliki pemegang saham,” tulis manajemen BABY seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (13/2/2026).
Selanjutnya, agenda III RUPSLB menerima pengunduran diri Alptekin Diler dari jabatan Komisaris Utama, sekaligus memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab (acquit et de charge) atas kinerjanya selama masa jabatan.
Baca juga: Pendapatan Hasnur Internasional Shipping Turun Jadi Rp880,57 Miliar
Rapat juga menyetujui pengangkatan Hasan Sameer Abdulla Ahmed Alshuwaikh sebagai Komisaris Utama dan Nigel Tham sebagai Komisaris, dengan masa jabatan meneruskan sisa periode sebelumnya.
Dengan demikian, susunan Dewan Komisaris BABY menjadi sebagai berikut:
- Komisaris Utama: Hasan Sameer Abdulla Ahmed Alshuwaikh
- Komisaris Independen: Adrian Colin McKay
- Komisaris Independen: Oke Nurwan
- Komisaris: Manoj Bharwani
- Komisaris: Nigel Tham
Sementara itu, RUPS Independen menyetujui rencana pengambilalihan seluruh atau sebagian besar saham PT Emway Globalindo sebagai perusahaan target dari Blooming Years Pte. Ltd. (BY).
Pengambilalihan akan dilakukan melalui dua mekanisme, yakni penyertaan saham Perusahaan Target sebagai setoran modal non-tunai (inbreng) dalam rangka pelaksanaan PMHMETD, serta pembelian sebagian saham Perusahaan Target oleh Perseroan dari BY.
Manajemen BABY menilai rangkaian keputusan ini akan memperkuat struktur permodalan dan mendukung strategi pengembangan usaha BABY ke depan.

