Jababeka (KIJA) Pasang Target Marketing Sales Rp3,75 Triliun di 2026

EBuzz – PT Jababeka Tbk (KIJA) menargetkan penjualan pemasaran sebesar Rp3,75 triliun. Target tersebut didorong oleh permintaan lahan industri yang masih kuat di kawasan Kendal dan Cikarang.

Corporate Secretary KIJA Muljadi Suganda menyampaikan bahwa, dari total target tersebut, sekitar Rp1,25 triliun diharapkan berasal dari Cikarang, yang terdiri atas Rp800 miliar dari penjualan tanah matang dan produk industri serta Rp450 miliar dari produk residensial dan komersial.

“Sementara sisanya sebesar Rp2,5 triliun ditargetkan berasal dari kawasan Kendal, yang seluruhnya berasal dari produk industri,” kata Muljadi dalam keterbukaan informasi, Selasa (10/2/2026).

Muljadi menambahkan, pencapaian target marketing sales tersebut tidak lepas dari kinerja perseroan di tahun 2025. Di mana, tahun lalu perseroan berhasil mengantongi marketing sales sebesar Rp3,6 triliun melampaui target Perusahaan sebesar Rp3,5 triliun. Realisasi tersebut menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah KIJA dan tumbuh sekitar 13% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp3,19 triliun.

“Kontribusi marketing sales dari kawasan Cikarang mencapai Rp1,1 triliun, atau meningkat sekitar 5% secara tahunan (year-on-year). Penjualan tersebut berasal dari lahan seluas 21,2 hektare di seluruh segmen,” tambahnya.

Kontribusi Marketing Sales KIJA

Muljadi menegaskan, dari total marketing sales Cikarang, penjualan tanah matang kawasan industri mencapai Rp567,4 miliar dengan luas lahan 18 hektare. Sementara itu, penjualan produk tanah dan bangunan tercatat sebesar Rp365,4 miliar, yang terdiri dari penjualan bangunan pabrik atau standard factory building senilai Rp292,7 miliar serta produk residensial dan komersial sebesar Rp72,7 miliar.

Sedangkan dari total penjualan tanah matang dan bangunan pabrik yang mencapai Rp860 miliar, sekitar 48% berasal dari investor domestik dan 52% dari investor asing, terutama dari Korea Selatan dan China.

“Transaksi tunggal terbesar di Cikarang meliputi penjualan lahan seluas 6 hektare kepada perusahaan asal Korea di sektor personal care serta 4 hektare kepada perusahaan domestik di sektor data center,” tegas Muljadi.

Sementara itu, kawasan Kendal menyumbang marketing sales sebesar Rp2,51 triliun dari total penjualan lahan seluas 142 hektare sepanjang 2025. Capaian tersebut meningkat sekitar 17% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp2,14 triliun.

Lebih lanjut ia menambahkan, investor asing mendominasi penjualan di Kendal dengan kontribusi sekitar 89% dari total nilai marketing sales, terutama berasal dari China, Hong Kong, dan Taiwan. Adapun investor domestik berkontribusi sekitar 11%. Transaksi terbesar di Kendal mencakup penjualan lahan kepada perusahaan asal China untuk sektor industri ban seluas 8 hektare, bahan bangunan seluas 7 hektare, serta furnitur seluas 13 hektare.

Perseroan juga mencatatkan penjualan lahan seluas 12 hektare kepada perusahaan furnitur asal Indonesia dan satu transaksi penjualan lahan seluas 13 hektare kepada perusahaan kemasan asal Hong Kong.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini