EBuzz – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (30/1/2026) justru menguat meskipun gejolak pasar masih terasa dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman mengundurkan diri sebagai respons terhadap kondisi pasar beberapa hari terakhir. IHSG pada sesi I ditutup naik 1,18% di level 8.329,15, mengindikasikan rebound dari tekanan sebelumnya yang sempat menekan indeks hingga memicu penghentian sementara perdagangan beberapa hari berturut-turut
Seiring mulai pulihnya indeks, perhatian investor beralih ke saham-saham yang sebelumnya terkoreksi tajam dan dinilai telah mencerminkan valuasi yang lebih rasional. Dalam kondisi market rebound yang belum sepenuhnya stabil, strategi selektif menjadi kunci, khususnya pada emiten yang memiliki ketahanan fundamental dan visibilitas bisnis yang relatif terjaga
Sektor pelayaran menjadi salah satu yang mulai kembali masuk radar pelaku pasar. Aktivitas pengangkutan energi dan komoditas yang tetap berjalan di tengah fluktuasi ekonomi global memberikan penopang tersendiri bagi kinerja sektor ini.
Dari kelompok saham pelayaran seperti PT GTS International Tbk (GTSI), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), dan PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM), valuasi HATM tercatat relatif lebih rendah dibandingkan emiten sejenis. Saham HATM diperdagangkan dengan PER 17.37 kali dan PBV 1,74 kali, di bawah BULL yang memiliki PER 24.37 kali dan PBV 2.25 kali, serta HUMI dengan PER 25.95 kali dan PBV 1,59 kali. Sementara GTSI masih berada di level valuasi tinggi dengan PER 46.79 kali dan PBV 5.09 kali. Secara relatif saham HATM berada pada valuasi paling murah di antara saham pelayaran sejenis
Financial Educator Sucor Sekuritas, Danika Augusta Sari, menilai secara teknikal pergerakan saham HATM saat ini masih berada dalam fase downtrend. Namun, ia melihat adanya sinyal awal potensi pembalikan arah pergerakan harga. “Secara teknikal HATM memang masih downtrend, tetapi pergerakannya sudah mendekati pembentukan pola double bottom, sehingga peluang reversal mulai terbuka,” ujar Danika
Menurut Danika, konfirmasi penguatan jangka pendek akan bergantung pada kemampuan saham HATM menembus area resistance terdekat. “Jika HATM mampu breakout di atas level 338, maka potensi bullish untuk jangka pendek cukup terbuka. Support terdekat berada di area 320,” jelasnya
saham HATM relatif menarik bagi investor dengan horizon jangka pendek. “Untuk strategi short term, HATM masih menarik dicermati, namun tetap perlu disiplin dalam penerapan manajemen risiko karena volatilitas pasar masih tinggi,” imbuh dia.
Pada perdagangan hari ini, saham HATM ditutup melemah 2.98% ke level Rp326 per saham, sejalan dengan dinamika pasar yang masih berfluktuasi meskipun IHSG mulai menunjukkan sinyal pemulihan.

