EBuzz – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman memastikan terdapat emiten konglomerasi yang bersiap melangsungkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di pasar modal Indonesia pada tahun 2026.
Sejalan dengan itu, BEI mengungkapkan hingga pertengahan Januari 2026 terdapat tujuh perusahaan yang masuk dalam antrean atau pipeline pencatatan saham. Dari jumlah tersebut, lima perusahaan merupakan emiten dengan aset skala besar di atas Rp250 miliar.
“Tapi setahu saya minimal satu (IPO konglomerasi),” ujar Iman Rachman, Senin (19/1/2026).
Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan bahwa, selain perusahaan beraset besar, terdapat satu perusahaan dengan aset skala menengah berkisar Rp50 miliar hingga Rp250 miliar, serta satu perusahaan beraset skala kecil di bawah Rp50 miliar yang juga berada dalam pipeline IPO.
BEI Pasang Target 50 Perusahaan IPO

Menurutnya, tujuh perusahaan yang tengah bersiap melantai di bursa tersebut berasal dari berbagai sektor usaha. “Hingga saat ini, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Nyoman merinci, dari tujuh perusahaan tersebut, dua berasal dari sektor keuangan, satu perusahaan sektor barang baku, satu perusahaan sektor energi, satu perusahaan sektor industri, satu perusahaan sektor transportasi dan logistik, serta satu perusahaan sektor teknologi.
Untuk tahun 2026, BEI menargetkan sebanyak 50 perusahaan dapat melangsungkan IPO, dengan enam di antaranya merupakan perusahaan berkapitalisasi besar atau lighthouse company.
Sebagai informasi, konglomerasi merupakan entitas bisnis besar yang terdiri dari sejumlah perusahaan dengan lini usaha berbeda, yang dimiliki atau dikendalikan oleh satu kelompok usaha atau perusahaan induk.

