EBuzz – Yayasan BUMN resmi menggelar Grand Final Pitching Pikiran Terbaik Negeri (PTN) 2025 di Ballroom Unika Atma Jaya, Jakarta, Minggu (24/8/2025).
Acara ini menjadi puncak perjalanan program yang menghadirkan gagasan inovatif untuk menjawab tantangan sosial di Indonesia. Lebih dari 1.500 peserta mengikuti kegiatan ini, baik secara daring maupun luring, dengan antusiasme yang tinggi.
Hadir dalam acara tersebut Menteri Pemuda dan Olahraga RI Dito Ariotedjo, Sekretaris Kementerian BUMN Rabin Hattari, pimpinan Microsoft Indonesia, perwakilan Yayasan Bakti Barito, Dewan Pembina dan Pengurus Yayasan BUMN, serta mitra strategis lainnya.
“Semangat anak muda yang berani berinvestasi pada ide-ide sosial inilah yang menjadi kebanggaan kita bersama. Mereka tidak hanya berpikir untuk hari ini, tetapi juga menyiapkan masa depan bangsa,” ujar Dito Ariotedjo dalam sambutannya. (28/8).
Ketua Yayasan BUMN, Syafuan, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Dengan mengusung tema “Mempertemukan Wirausaha Sosial, Membangun Dampak, Merayakan Solusi”, PTN 2025 menunjukkan bahwa ide-ide generasi muda Indonesia mampu menjadi penggerak perubahan nyata.
“Transformasi yang baik lahir dari tiga hal: inovasi, kolaborasi, dan impact. PTN hadir sebagai wadah yang menghubungkan semua unsur itu,” ucapnya.
Setelah Grand Final, para peserta akan memasuki tahap implementasi proyek selama tiga bulan, yang hasilnya akan dipresentasikan pada Final Showcase Desember 2025 mendatang.
“Pikiran Terbaik Negeri bukan sekadar ruang ide, tapi ekosistem yang menumbuhkan wirausaha sosial dari gagasan hingga implementasi. Kami berkomitmen mendukung generasi muda untuk menghadirkan inovasi sosial yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Syafuan.
PTN 2025 Bahas Isu Strategis
Sementara itu, Pahala Mansury, Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Investasi Strategis, menyoroti pentingnya keberlanjutan. “Ide tidak cukup hanya sebatas konsep. Perlu ada fasilitasi, implementasi, dan keberlanjutan agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” jelas Pahala.
Senada, Rabin Hattari menambahkan bahwa karya anak bangsa dari ajang ini berpotensi menembus pengakuan global.
“Apa yang ditampilkan hari ini tidak berhenti di ide. Justru inilah awal perjalanan menuju pengakuan dunia,” tegasnya.
Tahun ini, PTN memberi perhatian pada isu-isu strategis seperti kesehatan ibu dan anak, kesehatan mental, ketahanan pangan, ekonomi hijau dan biru, pengelolaan limbah, pemberdayaan perempuan dan pemuda, hingga inklusi digital. Kolaborasi dengan Microsoft melalui ElevAIte melahirkan kategori khusus inovasi berbasis AI, guna mendorong transformasi digital yang inklusif.
Adapun, dari lebih dari 2.000 pendaftar, terpilih 20 wirausaha sosial, 3 ideation project, dan 3 inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai penerima grants yang tampil di panggung Grand Final.
Proses penjurian melibatkan tokoh lintas sektor, mulai dari Tasya Kamila (Green Movement), Dr. Ray W. Basrowi (Health Collaborative Center), Gita Syahrani (Koalisi Ekonomi Membumi), Saskia P. Tjokro (ANGIN Advisory), Sudono Salim (Jejakin), hingga perwakilan Venture Capital Firms BUMN.