WEF Davos 2026, Indonesia Bidik Investasi Digital Global Miliaran Dolar

EBuzz – Indonesia menegaskan posisinya sebagai salah satu kekuatan utama ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara melalui panel bertajuk Indonesia’s Digital Renaissance: Creating a Connected, Creative, and Competitive Economy yang digelar di Indonesia Pavilion dalam rangkaian Annual Meeting World Economic Forum (WEF) Davos 2026.

Panel tersebut menjadi bagian dari agenda strategis Indonesia Pavilion yang menyoroti transformasi digital sebagai pengungkit daya saing ekonomi nasional sekaligus faktor penarik investasi global di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Panel ini turut menghadirkan pembicara lintas sektor yang merepresentasikan ekosistem digital nasional, di antaranya Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk, Dian Siswarini; Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi; serta Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri KADIN Indonesia, Bernardino Vega.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Erwin Hidayat Abdullah, menekankan pentingnya keseimbangan dalam pembangunan ekosistem digital nasional.

“Kata kuncinya adalah urutan dan keseimbangan. Kita tidak bisa tumbuh tanpa kepercayaan, karena kepercayaan adalah prasyarat pertumbuhan. Kapabilitas harus dibangun sebelum memasuki ranah komersial, dan arah harus ditetapkan sebelum modal digerakkan,” ujarnya dalam panel diskusi, Selasa (21/1/2026). (23/1).

Erwin menegaskan bahwa pemerintah terus memperkuat kerangka regulasi untuk menciptakan ekosistem digital yang aman, terintegrasi, dan kondusif bagi inovasi.

Penetrasi Internet RI Tembus 79%

Sementara itu, Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk, Dian Siswarini menyampaikan bahwa, konektivitas menjadi fondasi utama digitalisasi nasional. Terlebih lagi saat ini, nilai ekonomi digital Indonesia tercatat sebagai yang terbesar di Asia Tenggara dengan nilai sekitar USD82 miliar, dan diproyeksikan terus meningkat seiring meluasnya adopsi teknologi digital lintas sektor.

“Fondasi untuk mewujudkan konektivitas yang kuat adalah tersedianya infrastruktur digital yang komprehensif,” ucap Dian.

Sedangkan, Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri Kadin Indonesia Bernardino Vega menekankan, pentingnya sinergi kebijakan antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong investasi digital.

“Adanya dua bentuk inklusi digital, yakni proses yang telah terotomatisasi namun masih berbasis manual, serta proses disbursement yang sepenuhnya mengandalkan peran digital secara menyeluruh,” imbuhnya.

Sementara, berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet nasional telah melampaui 79% dari total populasi, mencerminkan besarnya basis pasar digital domestik.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini