economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

"Warren Buffett Indonesia" Lo Kheng Hong Cuma Lirik 3 Sektor Saham Ini, Apa Saja?

Lo Kheng Hong, mengungkapkan tiga sektor saham yang dinilai paling menarik untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ketiga sektor pilihan tersebut adalah perbankan, batu bara, serta perkebunan kelapa sawit.

Oleh Praditya 06 Nov 2026 07:36 3 menit baca

EBuzz - Investor saham kawakan, Lo Kheng Hong, mengungkapkan tiga sektor saham yang dinilai paling menarik untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ketiga sektor pilihan tersebut adalah perbankan, batu bara, serta perkebunan kelapa sawit.

Menurut pria yang dijuliki Warren Buffet Indonesia, sektor perbankan menduduki posisi pertama sebagai pilihan utama karena kemampuannya dalam menghasilkan laba bersih dalam jumlah yang sangat besar. Bahkan, ia mencatat terdapat tiga bank besar di Indonesia yang mampu membukukan laba bersih hingga mencapai Rp60 triliun.

"Menurut saya, sektor usaha yang paling menarik pada saat ini adalah perbankan. Perbankan, paling menarik," kata Lo Kheng Hong dalam acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/11/2026). (6/11).

Baca Juga : Perkuat Modal Inti, Bank Ina (BINA) Kantongi Dana Segar Rp50 Miliar

Dia menjelaskan bahwa kemampuan perbankan nasional dalam menghasilkan laba bersih hingga Rp60 triliun merupakan keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi oleh sektor usaha mana pun yang tercatat di BEI.

"Kenapa paling menarik? Karena ada tiga bank, Big Bank labanya Rp60 triliun, laba bersih Rp60 triliun. Coba kita periksa bidang usaha yang lain, apa pun kita periksa, enggak ada perusahaan yang labanya Rp60 triliun," ujarnya.

Saham Pilihan Lo Kheng Hong

Selain perbankan, Lo Kheng Hong menilai sektor batu bara masih memiliki daya tarik investasi yang tinggi. Menurutnya, komoditas tambang tersebut memiliki basis pasar yang sangat luas karena memegang peran sebagai salah satu sumber energi paling ekonomis dan paling banyak digunakan di tingkat global.

Ia secara khusus menyoroti tingginya permintaan batu bara dari negara-negara berpopulasi besar seperti China dan India yang masih menggantungkan pasokan energi serta pembangkit listriknya pada komoditas ini.

"Karena batu bara itu dibeli oleh China, India yang penduduknya 2 miliar, dan di seluruh dunia karena batu bara adalah sumber energi yang termurah, dan paling banyak dipakai," tutur laki-laki yang akrab disapa LKH.

Dalam kesempatan yang sama, Lo Kheng Hong mengamati bahwa pemanfaatan energi terbarukan seperti tenaga angin, panas bumi, dan tenaga surya masih menghadapi berbagai tantangan teknis, terutama terkait keterbatasan kapasitas serta luas lahan yang dibutuhkan.

Dirinya mencontohkan bahwa, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) memerlukan bentangan lahan yang amat luas untuk menghasilkan kapasitas energi skala besar, di samping biaya teknologi penyimpanan daya atau baterai yang masih sangat tinggi.

"Kalau tenaga surya itu 1 megawatt butuh bentangan 1 hektar. Jadi kalau mau listrik 1.000 megawatt, kan harus bentangannya 1.000 hektar seperti itu. Kemudian, akinya juga mahal," jelas Lo Kheng Hong.

Adapun sektor ketiga yang menjadi andalan pilihannya adalah industri perkebunan kelapa sawit. Lo Kheng Hong menyebut kelapa sawit sebagai miracle crop atau tanaman ajaib karena hanya mampu tumbuh secara optimal di wilayah tropis seperti Indonesia dan Malaysia.

Baca Juga : MAHA Kantongi Kontrak Rp2,2 Triliun Pengangkutan Batu Bara, Durasi hingga 2030

Kondisi geografis tersebut dinilai menjadi keunggulan strategis bagi kedua negara dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia, terutama bagi pasar utama seperti China dan India yang memiliki tingkat konsumsi minyak goreng sangat tinggi.

"Potensi bisnis industri kelapa sawit tidak hanya bersumber dari pasokan minyak goreng semata, melainkan juga dari beragam produk turunannya yang menjadi bahan baku berbagai industri manufaktur, termasuk industri kosmetik," tutupnya.
Topik terkait
Lo Kheng Hong Warren Buffet Indonesia 3 Saham Perbankan Batu Bara Kelapa Sawit