economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

Jelang Rebalancing MSCI, Begini Respons Bos BEI

Otoritas bursa menyerahkan sepenuhnya penilaian atas penyesuaian indeks tersebut kepada mekanisme pasar. Di saat yang sama, BEI memilih untuk tetap konsisten menjalankan agenda reformasi

Oleh Praditya 05 Nov 2026 17:27 2 menit baca

EBuzz - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, buka suara tanggapan terkait potensi arus modal keluar (outflow) investor asing menjelang pelaksanaan penyesuaian bobot indeks (rebalancing) oleh penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada pekan mendatang.

Jeffrey menegaskan bahwa, otoritas bursa menyerahkan sepenuhnya penilaian atas penyesuaian indeks tersebut kepada mekanisme pasar. Di saat yang sama, BEI memilih untuk tetap konsisten menjalankan agenda reformasi struktur pasar melalui perbaikan pada tiga pilar utama, yaitu keterbukaan informasi (transparansi), likuiditas, dan pengawasan transaksi.

"Kita lihat saja nanti. Saat ini kami fokus pada peningkatan transparansi, termasuk kualitas dari transparansi. Seperti teman-teman ketahui, kita dalam publikasi terakhir untuk pemegang saham 1% sudah kita tambahkan informasi terkait dengan pihak terafiliasi. Itu akan kita lakukan terus untuk peningkatan kualitas dari transparansi tersebut," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Transparansi Pasar Modal

Lebih lanjut Jeffrey menambahkan, mengenai transparansi kepemilikan saham, BEI baru-baru ini memperluas kewajiban publikasi data kepemilikan di atas 1% dengan menambahkan status hubungan afiliasi pemegang saham sebagai langkah nyata meningkatkan kualitas keterbukaan data emiten.

Selain perbaikan transparansi dan likuiditas pasar, Jeffrey menekankan penguatan pada pilar ketiga, yaitu efektivitas pengawasan perdagangan. BEI kini mengimplementasikan metodologi dan prosedur pengawasan terkini untuk mendeteksi potensi kecurangan secara dini.

"Di aspek pengawasan seperti yang sudah kami sampaikan juga bahwa Bursa saat ini menerapkan metodologi dan prosedur pengawasan yang baru. Kami akan menyampaikan real-time flagging kepada pasar bila kami menemukan ada indikasi upaya manipulasi atau misconduct lain. Dan di pasar akan segera kami umumkan bahwa proses investigasi sudah dilakukan atau dimulai," lanjutnya.

Baca Juga : Jaga Kepercayaan 32,4 Juta Investor, BEI Dorong Reformasi Tata Kelola Emiten

Melalui eksekusi yang konsisten pada pilar likuiditas, transparansi, dan pengawasan tersebut, manajemen BEI optimistis bahwa integritas pasar modal Indonesia akan terus meningkat dan mendapatkan pengakuan positif dari para pelaku pasar serta lembaga pemeringkat internasional.

"Itu ketiga aspek itu. Aspek likuiditas, kemudian aspek transparansi, dan aspek dari pengawasan akan kita lakukan terus secara konsisten. Sehingga tentu nanti pada saatnya kita harapkan dapat apresiasi dari pasar termasuk dari global index provider," pungkas Jeffrey.
Topik terkait
Rebalancing Indeks BEI Reformasi Pasar Modal Saham