EBuzz – Emiten teknologi finansial penyedia layanan payment gateway, PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH), memberikan klarifikasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pergerakan harga saham perseroan yang berfluktuasi.
Presiden Direktur CASH, Willy Chandry menyatakan, perseroan memiliki rencana strategis untuk memperkuat struktur permodalan dalam waktu dekat. Maka dari itu, perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
“Salah satu agenda utama rapat tersebut adalah meminta persetujuan pemegang saham atas rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (right issue),” ungkap dia dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (23/1/2026).
Baca juga: Pengendali Hillcon Jual 13,3 Juta Saham HILL
Dana hasil right issue nantinya akan digunakan untuk memperkuat permodalan dan memenuhi kebutuhan modal kerja, seiring dengan upaya perseroan memperluas pengembangan bisnis di sektor pembayaran digital.
Terkait volatilitas saham, manajemen menegaskan bahwa tidak ada rencana aksi korporasi lain di luar rencana RUPS tersebut. Perseroan juga memastikan tidak memiliki rencana yang dapat berdampak pada status pencatatan saham atau delisting di BEI dalam jangka waktu setidaknya tiga bulan ke depan.
Melalui penjelasan ini, CASH menegaskan komitmennya terhadap keterbukaan informasi dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

