EBuzz – PT Mercury Strategic Indonesia (MSI) sebagai pengendali baru resmi melaksanakan Penawaran Tender Wajib atas saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO). Langkah ini menegaskan posisi MSI sebagai pengendali baru sekaligus memenuhi kewajiban regulator.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis, MSI menyampaikan akan menawar hingga 5,81 miliar saham publik, setara 73,13% dari total saham beredar NATO. Harga penawaran ditetapkan Rp183,63 per saham, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan skema tersebut, nilai maksimum transaksi tender ini mencapai Rp1,07 triliun di mana angka tersebut berpotensi menjadi katalis pergerakan saham NATO dalam periode penawaran.
Menurut manajemen MSI, akuisisi ini tidak sekadar kepatuhan regulasi, melainkan bagian dari agenda restrukturisasi dan penguatan fundamental usaha NATO.
![]()
“Dalam rencana jangka panjang, pengendali baru bahkan membuka opsi penghapusan pencatatan saham (delisting) dari Bursa Efek Indonesia guna menjadikan perseroan sebagai perusahaan tertutup (go private),” kata manajemen MSI. (18/2).
Untuk mendukung pelaksanaan tender, MSI menunjuk PT KB Valbury Sekuritas sebagai perusahaan efek pelaksana dan PT Ficomindo Buana Registrar sebagai Biro Administrasi Efek.
Berdasarkan jadwal yang disampaikan, periode Penawaran Tender Wajib berlangsung pada 19 Februari–20 Maret 2026, dengan pembayaran kepada pemegang saham dijadwalkan 30 Maret 2026. Pasar kini mencermati apakah aksi ini akan berujung pada konsolidasi lanjutan atau benar-benar mengarah ke skenario go private NATO.

