Telkom (TLKM) Beri Sinyal Dividen 60%-90% dari Laba Bersih 2026

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, mengatakan perseroan memperkirakan dividend payout ratio (DPR) berada pada kisaran 60%-90% dari laba bersih tahun buku 2026.

Telkom (TLKM) Beri Sinyal Dividen 60%-90% dari Laba Bersih 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) berkomitmen memberikan nilai kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan, salah satunya melalui pembagian dividen tunai.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkom, Arthur Angelo Syailendra, mengatakan perseroan memperkirakan dividend payout ratio (DPR) berada pada kisaran 60%-90% dari laba bersih tahun buku 2026.

“Pada prinsipnya, Telkom akan terus berupaya memberikan yang terbaik kepada para pemangku kepentingan dan para pemegang saham,” ujar Angelo dalam Public Expose Live melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Angelo mengatakan, pembagian dividen tunai setelah berakhirnya tahun buku 2026 tetap akan mempertimbangkan berbagai faktor dan terlebih dahulu diputuskan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“Per assumption, dari total dividen yang akan dibagikan berdasarkan dividend payout ratio sebesar 60%-90% dari laba bersih,” katanya.

Komitmen Telkom ke Pemegang Saham

Menurut Angelo, besaran dividen tunai yang akan dibagikan tidak hanya mempertimbangkan laba bersih perseroan. Telkom juga akan menyeimbangkan pertumbuhan dividen per saham dengan kebutuhan ekspansi dan investasi.

Selain kebutuhan investasi, keputusan pembagian dividen juga akan mempertimbangkan kinerja perseroan, kondisi pasar, serta aspirasi pemegang saham.

“Telkom akan menyeimbangkan pertumbuhan dividend per share dengan kebutuhan ekspansi dan investasi Telkom, kinerja perusahaan, kondisi pasar, serta aspirasi para pemegang saham,” jelas Angelo.

Dia mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan agar perseroan tetap dapat memberikan imbal hasil kepada pemegang saham sekaligus mempertahankan ruang untuk ekspansi dan investasi guna mendukung pengembangan bisnis.

Hingga semester I-2026, Telkom membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp75,9 triliun, tumbuh 3,9% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, EBITDA perseroan meningkat 3,8% secara tahunan menjadi Rp37,5 triliun. EBITDA margin tercatat sebesar 49,4%.

Baca Juga : Telkom (TLKM) Rampungkan 12 Entitas Anak Usaha hingga Semester I

Pada periode tersebut, Telkom mencatatkan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp10,6 triliun, tumbuh 1,4% secara tahunan, dengan margin laba bersih sebesar 14%. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi (normalized net income) mencapai Rp11,3 triliun, meningkat 6,2% secara tahunan, dengan margin sebesar 14,9%.