DMAS Ungkap Prospek Kawasan Industri di 2027, Data Center Jadi Kunci

Kawasan industri Deltamas memiliki sejumlah fasilitas yang mendukung kebutuhan operasional pusat data. Fasilitas tersebut antara lain pasokan listrik, jaringan micro fiber optic, ketersediaan air, serta sistem keamanan dan pengawasan kawasan.

DMAS Ungkap Prospek Kawasan Industri di 2027, Data Center Jadi Kunci
Data Center AI
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) melihat prospek kawasan industri hingga 2027 masih positif di tengah tingkat suku bunga yang relatif tinggi.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS Tondy Suwanto mengatakan kenaikan suku bunga menjadi salah satu tantangan bagi sektor properti, terutama residensial. Namun, kondisi tersebut tidak menghambat permintaan dari sektor industri, khususnya kebutuhan kawasan untuk pusat data (data center).

“Kalau data center dari foreign investor, tentunya hal ini menguntungkan di tempat kami. Kami punya fasilitas yang premium. Walaupun ada kenaikan suku bunga dan hal lain, karena mereka membutuhkan fasilitas kami, mereka memilih di Delta Mas. Selain dari Asia, USA, ada beberapa juga dari domestic,” ujar Tondy dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026).

Fasilitas Data Center

Menurut Tondy, kawasan industri Deltamas memiliki sejumlah fasilitas yang mendukung kebutuhan operasional pusat data. Fasilitas tersebut antara lain pasokan listrik, jaringan micro fiber optic, ketersediaan air, serta sistem keamanan dan pengawasan kawasan.

“Kami punya beberapa hal, seperti pasokan listrik, micro fiber optic, kemudian ketersediaan air. Air dikelola secara internal melalui manajemen air sendiri. Kemudian sistem keamanan untuk memberikan keamanan dan pengawasan di area Deltamas, khususnya data center,” katanya.

Dia mengatakan, prospek kawasan industri hingga 2027 masih baik. Menurutnya, tingkat suku bunga lebih menjadi tantangan bagi sektor residensial, sedangkan permintaan dari sektor industri, termasuk pusat data, masih memiliki peluang pertumbuhan.

“Outlook sampai 2027 itu masih sangat baik, tentunya untuk kawasan industri. Meskipun bicara suku bunga, ini tantangan bagi residensial,” jelas Tondy.

Di sisi lain, DMAS menilai pelemahan nilai tukar rupiah dapat memberikan keuntungan bagi investor asing yang membutuhkan fasilitas pusat data di Indonesia.

Baca Juga : Emiten (DMAS) Kantongi Marketing Sales Rp1,15 Triliun hingga Juni

Kondisi tersebut membuat biaya investasi bagi investor yang menggunakan valuta asing menjadi relatif lebih murah ketika dikonversikan ke rupiah. Perseroan menegaskan, kawasan industri Deltamas didukung fasilitas dan infrastruktur yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan investor, termasuk investor pusat data.

“Namun khususnya data center, melemahnya rupiah malah lebih murah bagi mereka,” tegasnya.