Laba Bersih Naik 71,26%, Pendapatan Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Tembus Rp14,83 Triliun pada Kuartal III-2026
SSMS membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,59 triliun. Angka ini melonjak 58,43% atau bertambah sebesar Rp585,07 miliar
EBuzz Emiten produsen minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) dan turunannya, PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS), mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Hingga periode yang berakhir 30 September 2026 (9M26), Perseroan berhasil membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,59 triliun. Angka ini melonjak 58,43% atau bertambah sebesar Rp585,07 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu (9M25) yang sebesar Rp1,00 triliun.
Secara keseluruhan, laba periode berjalan SSMS mencapai Rp1,75 triliun pada 9M26. Capaian tersebut meroket 71,26% atau melesat Rp730,67 miliar secara year-on-year (YoY) dibandingkan laba periode berjalan 9M25 sebesar Rp1,02 triliun (setelah penyesuaian proforma).
Pertumbuhan laba tersebut didorong oleh melesatnya top-line Perseroan. SSMS membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp14,83 triliun pada 9M26. Angka ini melonjak 34,85% atau bertambah Rp3,83 triliun dibandingkan perolehan 9M25 sebesar Rp11,00 triliun.
Pertumbuhan pendapatan disokong oleh segmen komoditas utama minyak kelapa sawit (CPO) dan produk turunannya seperti RBD palm olein, crude palm kernel oil, serta palm kernel, di mana penjualan pihak ketiga tercatat mendominasi serta ditopang oleh ekspor dan pasar domestik.
Seiring dengan meningkatnya volume dan aktivitas bisnis, beban pokok penjualan Perseroan membengkak 22,95% (YoY) atau bertambah Rp1,66 triliun menjadi Rp8,89 triliun dari sebelumnya Rp7,23 triliun pada 9M25. Meskipun demikian, pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi membuat laba bruto SSMS melonjak 57,65% atau bertambah Rp2,17 triliun menjadi Rp5,95 triliun pada 9M26, dibandingkan Rp3,77 triliun pada 9M25.
Di sisi operasional, Perseroan mencatatkan laba usaha sebesar Rp2,76 triliun pada 9M26. Posisi ini mengalami kenaikan sebesar 43,11% atau bertambah Rp830,51 miliar dibandingkan laba usaha periode 9M25 yang sebesar Rp1,93 triliun.
Setelah memperhitungkan beban keuangan dan bagian keuntungan dari entitas asosiasi, SSMS berhasil mengantongi laba sebelum pajak penghasilan badan sebesar Rp2,33 triliun pada 9M26. Nilai ini melesat 52,20% atau naik Rp798,97 miliar dibanding laba sebelum pajak 9M25 sebesar Rp1,53 triliun. Adapun beban pajak penghasilan badan meningkat 44,94% YoY dari Rp396,79 miliar menjadi Rp575,09 miliar pada 9M26.
Per 30 September 2026, total aset PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk mencapai Rp18,71 triliun, meningkat 37,72% atau Rp5,12 triliun dibandingkan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp13,58 triliun. Peningkatan tersebut antara lain didorong oleh saldo bank yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp3,2 triliun terkait penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE).
Aset lancar Perseroan meningkat menjadi Rp11,10 triliun dari Rp5,90 triliun pada akhir 2025. Sementara itu, aset tidak lancar tercatat sebesar Rp7,60 triliun.
Kas dan setara kas Perseroan pada akhir September 2026 mencapai Rp904,01 miliar, meningkat 33,96% atau Rp229,17 miliar dibandingkan posisi akhir September 2025 sebesar Rp674,84 miliar. Dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp874,06 miliar, kas dan setara kas meningkat 3,43% atau Rp29,95 miliar.
Total liabilitas Perseroan naik 41,85% atau bertambah Rp4,45 triliun menjadi Rp15,10 triliun per 30 September 2026 dari posisi Rp10,64 triliun per 31 Desember 2025. Peningkatan ini terutama disumbang oleh liabilitas jangka pendek yang naik menjadi Rp9,48 triliun (dari Rp4,61 triliun), sementara liabilitas jangka panjang justru melandai menjadi Rp5,62 triliun (dari Rp6,03 triliun).
Total ekuitas Perseroan menguat 22,76% atau naik sebesar Rp669,59 miliar menjadi Rp3,61 triliun pada 30 September 2026, dari posisi Rp2,94 triliun per 31 Desember 2025.