EBuzz – PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI resmi meluncurkan Obligasi Ritel Infrastruktur PT SMI (ORIS) sebagai instrumen investasi yang membuka peluang partisipasi masyarakat dalam pembiayaan proyek infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
Instrumen tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026 dengan target indikasi penerbitan hingga Rp300 miliar.

Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan ORIS menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas basis investor domestik sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pembangunan nasional.
Selain itu, ORIS merupakan manifestasi dari transformasi PT SMI sebagai DFI yang inklusif, di mana kami memperluas akses bagi seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan nasional. Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktor aktif dalam ekosistem pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
“Dengan demikian penerbitan ORIS dapat memperdalam peran pasar keuangan nasional dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” ujar Reynaldi. (10/3).
Reynaldi menambahkan, seluruh dana yang dihimpun melalui ORIS akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang memiliki dampak sosial dan lingkungan, sesuai dengan Sustainable Funding Framework PT SMI.
“Proyek yang dibiayai mencakup sektor hijau seperti energi terbarukan dan transportasi ramah lingkungan, serta sektor sosial seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan penyediaan air bersih,” lanjutnya.
Penerbitan ORIS dengan Prinsip Kehati-hatian

Sementara itu Direktur Manajemen Risiko PT SMI Pradana Murti menyampaikan bahwa penerbitan ORIS tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta tata kelola perusahaan yang kuat.
Menurutnya, setiap instrumen yang kami terbitkan dirancang dengan kerangka manajemen risiko yang komprehensif. Dana yang dihimpun melalui ORIS akan dialokasikan pada proyek-proyek yang telah melalui proses penilaian risiko yang ketat, baik dari aspek kelayakan finansial, dampak sosial-lingkungan, maupun keberlanjutan jangka panjangnya.
“Kami ingin memastikan bahwa investor ritel yang berpartisipasi melalui ORIS tidak hanya memperoleh instrumen dengan profil risiko yang terukur, tetapi juga keyakinan bahwa investasi mereka dikelola secara akuntabel dan memberikan dampak nyata,” kata Pradana.
Baca Juga : Perluas Ekosistem Pembiayaan Nasional, SMI Luncurkan Instrumen Investasi Baru
Selain itu, Direktur PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia menjelaskan ORIS menawarkan dua pilihan tenor, yaitu 1 tahun dan 3 tahun dengan kupon masing-masing sebesar 5,60 persen dan 6,05 persen per tahun.
“Nilai minimum pemesanan ORIS ditetapkan sebesar Rp5 juta dengan kelipatan Rp1 juta untuk setiap tambahan pemesanan. Melalui penerbitan ORIS, PT SMI membuka peluang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembiayaan pembangunan nasional, sekaligus mendukung penguatan pasar keuangan domestik dan pembiayaan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia,” ucapnya.
Sebagai bagian dari proses penawaran umum, PT SMI bersama Joint Lead Underwriter yang terdiri dari PT BRI Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, PT Indo Premier Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk akan melaksanakan rangkaian sosialisasi dan roadshow di sejumlah kota.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan untuk memberikan pemahaman kepada calon investor terkait instrumen ORIS.

