EBuzz – PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) menyampaikan klarifikasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas perdagangan saham perseroan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam surat tanggapan tersebut, emiten pengelola platform Passpod ini menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat informasi atau fakta material yang belum diumumkan ke publik dan berpotensi memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal.
Direktur Utama YELO, Wewy Suwanto menyatakan perseroan telah menjalankan kewajiban keterbukaan informasi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan peraturan bursa. Ia menegaskan, kegiatan operasional serta kelangsungan usaha perusahaan tetap berjalan normal tanpa adanya peristiwa penting yang disembunyikan.
“Untuk saat ini, perseroan belum memiliki rencana melakukan aksi korporasi lain dalam waktu dekat, setidaknya dalam tiga bulan ke depan,” ujar Wewy dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/2/2026).
Baca juga: Laba BRI Tembus Rp57,13 Triliun pada 2025, Aset dan Kredit Terus Tumbuh
Terkait pergerakan saham YELO, dia juga telah berkoordinasi dengan pemegang saham pengendali, Artalindo Semesta Nusantara (ASN).
Berdasarkan hasil konfirmasi, ASN menegaskan bahwa kepemilikan saham di YELO merupakan investasi jangka panjang dan hingga kini tidak ada rencana untuk melepas atau mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di perseroan.

