Saham RMKE Melonjak Usai Suspensi, Aksi Borong Investor Perkuat Sentimen Positif

EBuzz- Saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) langsung melesat dan mencatatkan kenaikan signifikan setelah kembali diperdagangkan usai pembukaan suspensi. Sejak suspensi dibuka, saham RMKE bergerak naik dari level Rp7.875 per saham dan pada perdagangan terakhir ditutup di harga Rp8.725 per saham. Lonjakan ini mencerminkan tingginya minat beli investor yang kembali masuk ke saham emiten jasa logistik batu bara tersebut, seiring dengan menguatnya sentimen positif di pasar.

Penguatan saham RMKE terjadi di tengah sorotan pelaku pasar terhadap aksi akumulasi yang dilakukan Henan Putihrai Sekuritas sejak awal tahun. Henan Putihrai tercatat membukukan net buy sekitar Rp59,8 miliar secara year to date (YTD), dengan total kepemilikan mencapai sekitar 91.716 lot pada harga rata-rata Rp6.506 per saham. Sejumlah pelaku pasar mengaitkan pergerakan ini dengan asumsi keterkaitan koleksi saham kelompok Prajogo Pangestu dan Happy Hapsoro, mengingat Henan Putihrai juga aktif mengoleksi saham-saham sektor energi dan sumber daya alam lainnya seperti PTRO dan RAJA. Spekulasi tersebut turut mendorong optimisme bahwa RMKE berpotensi masuk ke dalam radar investor strategis berorientasi jangka panjang.

Sentimen positif juga datang dari kebijakan Pemerintah Daerah Sumatra Selatan terkait penutupan jalur umum untuk angkutan batu bara. Pemerintah daerah menegaskan bahwa aktivitas angkutan batu bara tidak lagi diperbolehkan menggunakan jalan umum maupun jalan provinsi dan diwajibkan melewati jalur khusus. Kebijakan ini dinilai menguntungkan RMKE, mengingat perseroan telah memiliki infrastruktur hauling road khusus yang terintegrasi langsung dengan jalur logistiknya, sehingga operasional menjadi lebih efisien, aman, dan berkelanjutan. Sepanjang 2025, total volume jasa tambahan melalui hauling road RMKE tercatat sebesar 1,5 juta ton, dengan kontribusi 817 ribu ton berasal dari kuartal IV 2025.

Dari sisi operasional, keunggulan RMKE tercermin dari daya saing layanan logistik yang dimilikinya. Perseroan mengandalkan moda transportasi kereta api yang dikenal sebagai moda paling aman dan andal, dengan tarif sekitar Rp806–922 per ton per kilometer serta kapasitas angkut sekitar 2.800 ton per rangkaian kereta. Selain itu, pelabuhan RMKE yang berjarak sekitar 69 nautical mile dari area labuh menjadikannya salah satu pelabuhan dengan jarak tempuh terdekat di kawasan tersebut. Integrasi antara hauling road dan jalur kereta api membuat layanan RMKE dinilai lebih efisien dan kompetitif dibandingkan kompetitor.

Dari sisi pendanaan, RMKE juga telah menyelesaikan proses bookbuilding obligasi yang mendapat respons positif dari pasar dan tercatat oversubscribed. Perseroan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I RMK Energy Tahap II Tahun 2026 dengan nilai emisi maksimal Rp600 miliar. Obligasi tersebut memperoleh peringkat idA (Single A) dari Pefindo, yang mencerminkan tingkat kelayakan kredit yang kuat. RMKE menawarkan kupon sebesar 7,75% untuk seri B dengan tenor lima tahun dan kupon 8,25% untuk seri C dengan tenor tujuh tahun. Keberhasilan bookbuilding ini dinilai memperkuat posisi likuiditas perseroan guna mendukung ekspansi infrastruktur logistik ke depan.

Menanggapi prospek saham RMKE, CEO Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya menilai potensi RMKE masih sangat menarik dalam jangka menengah hingga panjang, tidak hanya sebagai emiten logistik batu bara. Ia menyebutkan bahwa ke depan RMKE berpotensi berkembang menjadi pemain end-to-end di bisnis batu bara, didukung oleh infrastruktur logistik yang solid dan terintegrasi, serta kepemilikan konsesi batu bara dan pelabuhan sendiri.

Bernadus menambahkan bahwa kepemilikan aset strategis berupa konsesi batu bara, baik di anak usaha maupun grup, membuka peluang ekspansi bisnis yang lebih luas. Selain itu, tambang yang akan terkoneksi dengan jalan hauling road RMKE memiliki opsi untuk membeli hingga 50% produksi, sehingga perseroan berpeluang meningkatkan pendapatan baik dari segmen penjualan maupun jasa batu bara.

Dengan fondasi tersebut, RMKE dinilai memiliki additional growth story ke depan, di luar penambahan kapasitas muat infrastruktur batu bara yang selama ini menjadi kekuatan utama perseroan. Kombinasi keunggulan operasional, dukungan pendanaan yang kuat, serta potensi pengembangan bisnis terintegrasi menempatkan RMKE pada posisi strategis untuk mencatatkan pertumbuhan berkelanjutan, khususnya di tengah penataan ulang ekosistem logistik batu bara nasional.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini