RSUD Kota Bima Rampung, Hutama Karya Perkuat Layanan KJSU di NTB Timur

EBuzz – PT Hutama Karya (Persero) telah merampungkan pembangunan RSUD Kota Bima sebagai bagian dari peningkatan kelas rumah sakit untuk mendukung layanan prioritas Kanker, Jantung, Stroke, dan Urologi (KJSU) melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).

Menurut Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa penyelesaian RSUD Kota Bima merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung pemerataan infrastruktur kesehatan melalui pelaksanaan PHTC, dengan tetap menjaga standar mutu dan keselamatan kerja.

“Proyek ini diselesaikan 100% pada akhir Desember 2025 sesuai jadwal percepatan,” kata Mardiansyah dalam keteranga tertulisnya, Kamis (19/2/2026).

Mardiansyah menambahkan, penyelesaian RSUD Kota Bima memperluas akses layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu. Sebelumnya, pasien layanan spesialis KJSU harus dirujuk ke RSUP NTB di Mataram dengan waktu tempuh darat sekitar 10–12 jam.

“Dengan beroperasinya fasilitas ini, akses layanan rujukan dapat dilakukan lebih dekat dari wilayah asal,” paparnya.

HK Terapkan Teknologi Building Information Modeling

Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM) 3D–5D, penggunaan batching plant on-site untuk suplai beton, serta pengadaan awal material impor guna menjaga ketepatan waktu. Pengawasan mutu dilakukan melalui pengujian laboratorium independen, penerapan standar QHSSE dan K3, serta pemantauan progres berbasis dokumentasi digital dan drone mapping.

“Proyek ini juga melibatkan tenaga kerja lokal dan pelaku usaha setempat pada sektor pendukung, termasuk logistik, transportasi, dan penyediaan kebutuhan operasional proyek,” sambung Mardiansyah.

Diketahui, gedung utama rumah sakit setinggi tiga lantai dengan luas bangunan 6.327 meter persegi dilengkapi fasilitas IGD, poliklinik spesialis, ruang operasi dengan Cath Lab, ICU, NICU, PICU, radiologi, farmasi, rehabilitasi medik, serta fasilitas cytotoxic. Infrastruktur tersebut dirancang untuk memungkinkan penanganan kasus KJSU secara mandiri di wilayah timur Nusa Tenggara Barat (NTB).

Saat ini, proyek memasuki masa perawatan bangunan selama 360 hari. Secara paralel, pembangunan gedung rawat inap tambahan berkapasitas 100 tempat tidur tengah dikerjakan oleh penyedia jasa lokal dan berada pada tahap struktur atas.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini