Restrukturisasi, FITT Jual Dua Anak Usaha Senilai Rp67,25 Miliar

EBuzz – PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) menyiapkan langkah strategis penyehatan keuangan melalui rencana divestasi dua entitas anak usaha, yakni PT Bumi Majalengka Permai (BMP) dan PT Fitra Amanah Wisata (FAW). Total nilai transaksi penjualan kedua aset tersebut mencapai Rp67,25 miliar.

Aksi korporasi ini menjadi bagian awal transformasi bisnis FITT sekaligus upaya memperbaiki struktur permodalan. Perseroan menargetkan pergeseran fokus usaha menuju sektor pelayaran dan memperkuat posisinya sebagai perusahaan holding.

Direktur Utama FITT Joni Rizal mengatakan bahwa, BMP akan dilepas dengan nilai transaksi Rp21,92 miliar, sementara FAW sebesar Rp45,33 miliar. Kedua entitas tersebut selama ini menjadi lini operasional utama, namun hasil evaluasi menunjukkan kinerja yang belum optimal. BMP tercatat membukukan rugi akumulasi, sedangkan FAW belum beroperasi secara penuh.

Sementara, aset BMP akan diakuisisi oleh PT Berkarya Bersama Servindo, sementara FAW dibeli oleh PT Pratama Global Servindo. Perseroan menegaskan transaksi tersebut bukan transaksi afiliasi.

“Divestasi ini dilakukan untuk menghentikan beban kerugian berkelanjutan serta memperbaiki struktur keuangan perseroan,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (25/2/2026). (26/2).

Ekspansi ke Bisnis Pelayaran

Secara proforma, pelepasan investasi diperkirakan menimbulkan rugi sebesar Rp37,97 miliar pada laporan laba rugi. Meski demikian, FITT menilai langkah ini akan menurunkan liabilitas secara signifikan dan memperkuat likuiditas perseroan.

Joni menambahkan, perseroan juga menyiapkan ekspansi ke bisnis pelayaran melalui rencana akuisisi 28% saham PT Poseidon Shipping Indonesia (PSI) dengan nilai investasi Rp14 miliar. Kepemilikan minoritas ini dinilai sebagai langkah awal untuk mengelola risiko sekaligus membuka peluang penguatan kendali di masa depan.

“Sektor pelayaran memiliki prospek muatan yang stabil, terutama dari industri pertambangan, serta potensi sinergi logistik domestik. PSI diketahui telah mengantongi SIUPAL aktif dan menjalin nota kesepahaman dengan dua pelanggan dari sektor tambang,” ungkap Joni.

Seluruh rencana divestasi dan akuisisi tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 12 Maret 2026.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini