Perkuat Likuiditas, WIKA Beton (WTON) Catatkan Laba Rp40,02 Miliar di 2025

EBuzz – Di tengah dinamika industri konstruksi yang kompetitif, PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp40,02 miliar yang ditopang oleh perolehan pendapatan usaha senilai Rp3,59 triliun di sepanjang tahun 2025.

Direktur Keuangan, Human Capital, & Manajemen Risiko WTON Syailendra Ogan menjelaskan bahwa, aspek fundamental keuangan perseroan menunjukkan tren penguatan yang signifikan melalui keberhasilan manajemen dalam menekan total liabilitas sebesar 25,76% menjadi Rp2,60 triliun, turun drastis dari posisi Rp3,50 triliun pada periode akhir 2024.

“Penurunan kewajiban ini dipicu oleh aksi korporasi berupa pelunasan sebagian utang usaha senilai Rp548,64 miliar serta reduksi utang jangka panjang sebesar Rp134,32 miliar,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2026).

Dampaknya, struktur permodalan WTON mencatatkan perbaikan Debt to Equity Ratio (DER) dari level 95,15% pada tahun sebelumnya menjadi 70,66% pada akhir 2025. Indikator likuiditas perusahaan juga terpantau menguat dengan current ratio yang naik ke level 130,42%, mencerminkan daya tahan finansial yang lebih tangguh dalam mendanai aktivitas operasional jangka pendek.

Kontrak Baru WTON

Syailendra menambahkan, perseroan berhasil mengamankan omzet kontrak baru mencapai Rp4 triliun dengan diversifikasi portofolio yang adaptif. Sektor infrastruktur masih menjadi kontributor dominan sebesar 55,53%, disusul sektor industri 17,19%, sektor kelistrikan 11,17%, serta sektor lainnya sebesar 16,11%.

“Berdasarkan klasifikasi pelanggan, perolehan kontrak baru didominasi oleh segmen swasta dengan porsi signifikan mencapai 54,86%, diikuti oleh BUMN sebesar 21,65%, skema kemitraan strategis (KSO/JO) 18,32%, serta kontribusi dari induk usaha WIKA sebesar 5,17%,” tambah Syailendra.

Sementara itu, WIKA Beton secara konsisten mengoptimalkan aset dan memperkuat kepemimpinan di sektor beton inovatif yang berkelanjutan. Perseroan mencatatkan pencapaian skor ESG sebesar 71 dari S&P Global, posisi yang menempatkan perusahaan dalam jajaran 13% teratas pada sektor material konstruksi secara global.

Sebagai entitas yang tergabung dalam ekosistem Danantara dan BUMN, performa keuangan yang solid pada tahun 2025 ini diposisikan sebagai basis utama perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar internasional. Fokus pada efisiensi biaya dan penyehatan neraca keuangan ini diharapkan menjadi katalis bagi pertumbuhan nilai perusahaan yang berkelanjutan di masa depan.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini