EBuzz – Saham PT RMK Energy Tbk (RMKE) kembali mencatatkan penguatan signifikan. Pada perdagangan Rabu (7/1/2026), saham emiten logistik batu bara tersebut ditutup menguat di level Rp6.775 per saham.
Kinerja saham yang impresif ini sejalan dengan penguatan fundamental bisnis logistik batu bara yang menjadi tulang punggung perseroan. RMKE terus memperkuat ekosistem operasionalnya melalui integrasi hauling road yang menghubungkan area tambang langsung ke fasilitas angkutan utama.

Direktur Utama RMKE, Vincent Saputra, menyampaikan bahwa sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka menengah dan persiapan memasuki 2026, RMKE telah menuntaskan pembangunan hauling road baru yang telah terhubung dengan tiga pelanggan baru, yakni PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT Duta Bara Utama (DBU), dan Menambang Muara Enim (MME).
“Ketiga pelanggan tersebut berpotensi menambah volume baru hingga 3 juta ton pada 2026,” ucap Vincent melalui keterangan tertulisnya, Rabu (7/1/2026). (8/1).
Menurut Vincent, untuk mengimbangi pertumbuhan volume yang signifikan, perseroan juga menyiapkan peningkatan kapasitas infrastruktur, di mana RMKE berencana membangun container yard baru yang akan menggandakan kapasitas loading station dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton per tahun. Selain itu, kapasitas pelabuhan juga akan diperluas dari 20 juta ton menjadi 28 juta ton per tahun.
“Perseroan memproyeksikan volume coal services meningkat secara bertahap dari sekitar 8 juta ton pada 2025 menjadi lebih dari 12 juta ton pada 2026,” tuturnya.
Dividen RMKE

Vincent menegaskan, dengan posisi kas di atas Rp250 miliar dan kinerja yang terus membaik, perseroan menargetkan pembagian dividen dengan rasio minimum 20%.
“Nilai dividen tahun ini kami perkirakan dapat melampaui Rp40 miliar dan akan jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu, sehingga memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” ujar Vincent.
Sejalan dengan itu, Bernadus Wijaya, CEO Sucor Sekuritas, menilai penguatan kinerja RMKE didukung oleh model bisnis yang semakin terintegrasi dan visibilitas pertumbuhan yang lebih jelas.
“RMKE kini tidak hanya bergantung pada penjualan batu bara, tetapi telah bertransformasi menjadi pemain logistik terintegrasi dengan infrastruktur hauling road dan pelabuhan yang solid. Hal ini memberikan stabilitas pendapatan sekaligus membuka ruang pertumbuhan berkelanjutan di tengah pengetatan regulasi angkutan batu bara,” kata Bernadus.
Sementara itu dari sisi kinerja keuangan, penguatan operasional mulai tercermin pada kuartal III-2025. RMKE membukukan operating revenue sebesar Rp546,7 miliar, tumbuh 5,7% secara tahunan. Seiring pertumbuhan tersebut, RMKE membukukan laba bersih usaha sebesar Rp138,2 miliar, di mana 81,2% berasal dari segmen jasa.
Kontribusi pendapatan tercatat relatif seimbang, dengan segmen coal sales menyumbang 53,5% dan coal services sebesar 46,5%, mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mendiversifikasi sumber pendapatan.

