EBuzz – PT Indospring Tbk (INDS) menargetkan ekspansi ke pasar Timur Tengah sebagai bagian dari strategi perluasan ekspor guna memperkuat pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Langkah ini dilakukan seiring dengan kesesuaian karakteristik pasar kawasan tersebut dengan portofolio produk Perseroan.
Direktur PT Indospring Tbk, Bob Budiono, menyampaikan bahwa pasar Timur Tengah memiliki kemiripan dengan Indonesia, khususnya dari sisi dominasi kendaraan niaga merek Jepang yang menggunakan spesifikasi dan model serupa.
“Kami melihat pasar Timur Tengah memiliki karakteristik yang sejalan dengan Indonesia, terutama pada penggunaan truk merek Jepang dengan spesifikasi yang identik. Karena itu, strategi Perseroan pada tahun ini diarahkan untuk memperluas ekspor ke Timur Tengah dan Asia Tengah,” ujar Bob. (9/2).
Menurutnya, saat ini, sumber pendapatan Indospring berasal dari tiga segmen utama, yakni pasar OEM (Original Equipment Manufacturer) domestik, pasar aftermarket atau suku cadang pengganti, serta pasar ekspor. Diversifikasi tersebut menjadi penopang stabilitas kinerja usaha Perseroan.
INDS Cermati Industri Otomotif RI

Untuk pasar domestik, Indospring memfokuskan pengembangan produk fastener, khususnya U-bolt, guna memperkuat penetrasi di segmen aftermarket. Perseroan juga membuka peluang investasi tambahan untuk pengembangan fastener non-otomotif sebagai bagian dari diversifikasi bisnis.
“Fokus ini selaras dengan target Perseroan untuk masuk dalam tiga besar pemain di pasar domestik dan menjadikan segmen tersebut sebagai salah satu motor pertumbuhan ke depan,” jelasnya.
Perseroan juga mencermati prospek industri otomotif nasional yang masih menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional pada 2026 diproyeksikan mencapai 850.000 unit, meningkat sekitar 5,4% dibandingkan realisasi 2025 sebesar 803.687 unit.
“Dengan penguatan pasar domestik dan ekspansi ekspor ke kawasan potensial, Indospring menargetkan keberlanjutan pertumbuhan bisnis serta penguatan posisi di industri komponen otomotif, baik di pasar dalam negeri maupun global,” tutur Bob.
Dari sisi kinerja, hingga kuartal III-2025 Perseroan membukukan penjualan neto sebesar Rp2,46 triliun. Capaian tersebut mencerminkan permintaan pasar yang tetap solid terhadap produk-produk Indospring.

