Percepat Transformasi Bisnis, TPIA Bidik Jadi Raksasa Energi–Kimia Asia Tenggara

EBuzz – Di tengah dinamika industri global yang kian menantang, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menegaskan arah transformasi bisnis menuju perusahaan solusi energi, kimia, dan infrastruktur terintegrasi di Asia Tenggara.

Langkah ini ditempuh sebagai respons atas volatilitas harga energi global, perubahan lanskap industri, serta urgensi penguatan rantai pasok regional yang semakin saling terhubung.

Direktur Sumber Daya Manusia & Corporate Affairs Chandra Asri Group, Suryandi, menyampaikan bahwa pengembangan ekosistem terintegrasi menjadi fondasi utama strategi pertumbuhan perseroan.

Terlebih lagi, peluang domestik masih terbuka lebar di mana sekitar 50% kebutuhan petrokimia nasional saat ini masih dipenuhi melalui impor, sementara pertumbuhan permintaan Indonesia tercatat melampaui rata-rata global.

“Fokus kami adalah membangun ekosistem energi, kimia, dan infrastruktur yang saling menguatkan sebagai satu kesatuan yang andal dan kompetitif di Asia Tenggara. Dengan rekam jejak pertumbuhan yang konsisten, kami telah berkembang dari basis lokal menjadi salah satu pemain utama di kawasan,” ujarnya dalam diskusi media, Selasa (24/2/2026). (26/2).

Sementara Direktur Legal, External Affairs & Circular Economy Chandra Asri Group, Edi Riva’i, menambahkan bahwa integrasi lintas negara bertujuan memastikan efisiensi rantai nilai dari hulu ke hilir.

“Integrasi ini memungkinkan alur produksi yang lebih efektif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kerja baru dan meningkatkan kompetensi talenta nasional,” jelasnya.

TPIA Bangun Pabrik CA-EDC

Menurutnya, sebagai bagian dari penguatan struktur bisnis, TPIA juga mengembangkan proyek strategis Pabrik Chlor Alkali & Ethylene Dichloride (CA-EDC) untuk memperkuat pasokan bahan kimia domestik dan mendukung substitusi impor. Proyek ini telah mencatat progres konstruksi lebih dari 50% dan ditargetkan menghasilkan 400 KTA kaustik soda serta 500 KTA EDC. Secara strategis, fasilitas ini memperkuat ketahanan industri dan kemandirian pasokan nasional.

Melalui substitusi impor kaustik soda dan potensi ekspor EDC ke Asia Tenggara, proyek CA-EDC diproyeksikan menciptakan nilai ekonomi hingga sekitar Rp10 triliun per tahun.

“Proyek ini juga diperkirakan menyerap sekitar 3.250 tenaga kerja pada fase konstruksi dan operasional, serta memberikan efek berganda bagi industri pendukung dan UMKM di sekitar wilayah operasional,” tutur Edi.

Di sisi lain, perseroan membentuk Chandra Asri Sentral Solusi (CASS) sebagai entitas shared service yang berfungsi sebagai pusat layanan back office terintegrasi. Saat ini CASS difokuskan untuk mendukung operasional internal dan ke depan ditargetkan melayani pihak eksternal.

“Hingga tahun depan, pengembangan CASS diproyeksikan menyerap sekitar 200 tenaga kerja seiring peningkatan kapasitas layanan,” ungkapnya.

Melalui rangkaian transformasi dan ekspansi tersebut, TPIA tidak hanya memperkuat posisi regional, tetapi juga berkontribusi pada agenda hilirisasi nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta menciptakan efek berganda berkelanjutan bagi perekonomian Indonesia.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini