Pengendali Baru, Arah Baru: MEJA Incar Tambang TCP Senilai Rp2,49 Triliun

EBuzz-Manajemen PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) mulai membuka arah bisnis teranyar setelah masuknya pemegang saham pengendali (PSP) baru, PT Triple Berkah Bersama (Triple B). Perseroan mengungkapkan rencana akuisisi strategis di sektor batu bara melalui pengambilalihan 45% saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP).

Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto S, dalam keterbukaan informasi, Minggu (8/2/2026) menjelaskan bahwa rencana akuisisi tersebut mengacu pada Perjanjian Jual Beli Bersyarat tertanggal 22 Desember 2025 antara PSP MEJA dan PSP TCP.

“Akuisisi dirancang tanpa penggunaan kas Perseroan, melainkan melalui mekanisme share swap atau metode lain yang tidak membebani likuiditas MEJA,” ujar Richie dalam keterbukaan informasi tersebut.

Lebih lanjut, Richie menjelaskan, Triple B juga menyampaikan sejumlah informasi material, mulai dari rencana operasional penambangan TCP pada 2026, target produksi sesuai RKAB yang telah disetujui Kementerian ESDM, hingga proyeksi potensi ekonomi tambang.

Perseroan juga akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mendapatkan persetujuan penambahan modal sebagai bagian dari proses akuisisi.

Dalam keterangan terpisah, Direktur Triple B, Noprian Fadli, mengungkapkan bahwa TCP telah menunjuk PT Mitra Abadi Mahakam sebagai kontraktor tambang untuk mengelola eksploitasi batu bara di Kecamatan Tungkal LIR, Kabupaten Banyuasin, Sumatra Selatan.

Target produksi tahun 2026 ditetapkan sebesar 1,5 juta ton, dengan Agro Energy Trading Pte. Ltd. sebagai pembeli siaga.

Tambang TCP sendiri diklaim sebagai aset batu bara skala besar dengan luas konsesi sekitar 11.640 hektare. Karakteristik seam yang tebal, metode penambangan open pit, serta kondisi geologi yang ekonomis dinilai mendukung operasi jangka panjang berkapasitas tinggi.

Berdasarkan laporan JORC yang disusun konsultan independen Faan Grobelaar & Associates, TCP memiliki estimasi mineable coal resources sekitar 693,7 juta ton. Dengan estimasi laba sebelum pajak USD 7–10 per ton dan rencana produksi 2026 sebanyak 1,5 jt dengan kenaikan 500 ribu ton per tahun hingga tahun 2031, enterprise value TCP diperkirakan mencapai sekitar Rp2,49 triliun.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini