Pendapatan Tol Babah Alun (CMNP) Melejit 41 Persen Tembus Rp5,8 Triliun

EBuzz – PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), emiten pengelola jalan tol milik grup Jusuf Hamka, mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan sepanjang tahun buku 2025 dengan total raihan sebesar Rp5.803 miliar.

Angka tersebut mencerminkan kenaikan sebesar 41% dibandingkan perolehan tahun 2024 yang tercatat senilai Rp4.108 miliar, di mana lompatan kinerja ini didorong oleh peningkatan volume lalu lintas pada sejumlah ruas tol utama serta implementasi penyesuaian tarif pada ruas tol milik anak usaha.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, total aset konsolidasian perseroan turut terkerek naik 12% menjadi Rp26.692 miliar pada akhir 2025, dibandingkan posisi tahun sebelumnya sebesar Rp23.923 miliar, yang merefleksikan kemajuan konstruksi pada sejumlah proyek strategis nasional yang tengah digarap perseroan.

Direktur Keuangan CMNP, Hasyim, menyatakan bahwa, optimisme yang tinggi terhadap prospek masa depan perseroan di tengah ekspansi yang sedang berlangsung.

Dengan capaian pertumbuhan pendapatan yang positif pada 2025, perseroan sangat optimistis terhadap prospek tahun 2026, di mana saat ini fokus utama manajemen adalah pada percepatan bisnis serta melakukan optimalisasi manajemen proyek infrastruktur tol yang sedang berjalan, sekaligus memanfaatkan berbagai peluang pertumbuhan untuk memperkuat kinerja keuangan secara berkelanjutan.

“Langkah percepatan ini terlihat dari peningkatan liabilitas konsolidasian sebesar 8% menjadi Rp10.158 miliar, yang dipicu oleh penambahan fasilitas pembiayaan perbankan guna mendukung pengembangan proyek Harbour Road II (HBR II), jalan tol Depok-Antasari (Desari) seksi 3 dan 4, serta pembangunan fasilitas rest area pada ruas tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu),” tulis Hasyim dalam keterangannya, Kamis (2/4/2026). (6/4).

Laba CMNP Ambles

Hasyim menambahkan, meskipun mencatatkan pertumbuhan top line yang progresif, laba bersih perseroan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp934 miliar, atau mengalami penurunan tipis sebesar 4 persen dibandingkan laba tahun 2024 yang mencapai Rp971 miliar.

“Penurunan laba bersih ini dipengaruhi oleh peningkatan beban bunga pinjaman bank pada entitas anak usaha, yang juga berdampak pada koreksi EBITDA konsolidasian sebesar 2 persen menjadi Rp1.913 miliar dari sebelumnya Rp1.958 miliar akibat membengkaknya beban operasional seiring dengan beroperasinya secara penuh seluruh ruas tol di bawah naungan CMNP Group,” pungkasnya.

Baca Juga : Proyek Jalan Tol Dikebut, Emiten Babah Alun (CMNP) Rogoh Rp6 Triliun di 2026

Namun demikian, struktur permodalan perseroan justru semakin kokoh dengan posisi ekuitas yang melonjak 14 persen menjadi Rp16.534 miliar pada akhir 2025. Penguatan ekuitas ini merupakan hasil dari penyelesaian konversi Waran Seri I sebanyak 1,26 miliar lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp980 per lembar pada November 2025, yang memberikan suntikan likuiditas serta memperkuat fundamental keuangan perseroan untuk mendukung keberlangsungan proyek-proyek infrastruktur jangka panjang.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini