economixbuzz Versi penuh
Ekonomi & Bisnis

Paramount Land Pacu Integrated Living dan Akses Transportasi Kota Mandiri

Pengembang properti Paramount Land mengintensifkan penerapan pola integrated living dalam portofolio pengembangan kawasannya. Pendekatan ini mengintegrasikan area hunian, kawasan komersial, serta berbagai fasilitas publik.

Oleh Praditya 27 Oct 2026 12:05 3 menit baca

EBuzz - Pergeseran persepsi masyarakat terhadap aset properti mendorong perubahan tren dari sekadar penyediaan hunian menjadi pemenuhan ekosistem terpadu yang terhubung dan memberikan nilai tambah jangka panjang.

Tren ini dinilai dapat memacu peningkatan minat terhadap pengembangan konsep kota mandiri sebagai solusi kebutuhan masyarakat urban modern. Merespons dinamika tersebut, pengembang properti Paramount Land mengintensifkan penerapan pola integrated living dalam portofolio pengembangan kawasannya. Pendekatan ini mengintegrasikan area hunian, kawasan komersial, serta berbagai fasilitas publik tanpa sekat untuk menopang pertumbuhan aktivitas ekonomi dan sosial.

Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, menjelaskan bahwa pertimbangan konsumen properti saat ini mencakup kemudahan konektivitas, efisiensi aktivitas harian, hingga proyeksi kenaikan nilai investasi dalam jangka panjang.

"Oleh karena itu, Paramount Land menghadirkan pengembangan kawasan yang tidak hanya fokus pada produk hunian dan komersial, tetapi juga pada ekosistem kota yang mendukung kebutuhan living, working, business, education, lifestyle, dan rekreasi dalam satu kawasan terintegrasi," ujar Chrissandy dalam keterangannya pada Jumat (23/10/2026). (27/10).

Baca Juga : Bangun Ekosistem Terintegrasi, Paramount Enterprise Perluas Bisnis

Lebih lanjut dirinya menambahkan, penerapan konsep tersebut tecermin pada pengembangan Paramount Gading Serpong yang kini dihuni hampir 120.000 penduduk di 38 klaster hunian. Lalu lintas di bulevar utama kawasan tersebut tercatat melampaui 15.000 kendaraan per jam, yang mengindikasikan tingginya intensitas kegiatan ekonomi di area komersial.

Guna memperluas portofolio komersial, Paramount Land sedang menggarap ekspansi Victoria Central District seluas 6 hektare. Proyek ini melengkapi Pasadena Central District, mega distrik seluas 40 hektare yang dikembangkan dengan mengusung konsep kelengkapan fasilitas harian 10 Minute City Living.

"Dalam memperkuat ekosistem bisnis, perusahaan mengonsolidasikan lini usaha properti dengan jaringan layanan kesehatan di bawah Bethsaida Healthcare serta sektor perhotelan di bawah Parador Hotels & Resorts," imbuhnya.

Konektivitas sebagai Katalis Nilai

Sementara itu, Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing, menegaskan bahwa integrasi berbagai unit bisnis tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga daya saing serta keberlanjutan ekspansi perseroan.

"Dengan mengintegrasikan unit bisnis properti, layanan kesehatan melalui Bethsaida Healthcare, dan perhotelan di bawah Parador Hotels & Resorts, Paramount Land menunjukkan ekosistem yang solid dan berkelanjutan," ungkap Ferry.

Selain pengembangan kawasan internal, perseroan menempatkan konektivitas eksternal sebagai elemen kunci penentu nilai aset. Di kawasan Paramount Gading Serpong, konektivitas diwujudkan melalui kolaborasi dengan Sinar Mas Land dan Summarecon Serpong dalam pembangunan jalan penghubung antara Bulevar Raya Gading Serpong ROW 45 dengan BSD City melalui Simpang Pasadena-Symphonia.

"Sementara pada koridor barat Jakarta, perseroan mengembangkan Paramount Petals seluas 400 hektare dengan skema one-stop living," ungkapnya.

Direktur Paramount Land, Norman Daulay, menyampaikan bahwa proyek modifikasi pintu keluar tol di KM 25 ruas Jakarta-Tangerang yang terhubung langsung ke Paramount Petals telah memasuki tahap finalisasi uji layak operasi, dengan target mulai beroperasi pada semester II-2026.

Langkah penguatan infrastruktur transportasi tersebut diperluas melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Paramount Land dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) pada Februari 2026. Kerja sama ini berkaitan dengan penjajakan pengembangan jalur MRT Lintas Timur-Barat rute Kembangan-Balaraja.

"Proyek yang terdaftar sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut direncanakan membentang sepanjang 30 kilometer dengan 14 stasiun, serta terintegrasi langsung dengan kawasan yang dikembangkan Paramount Land," tegas Norman.

Baca Juga : Ganti Pengendali, Investor Ini Caplok 33 Persen Saham Andira Agro (ANDI)

Pemeliharaan dan pengelolaan kawasan pasca-serah terima unit selanjutnya dijalankan oleh entitas Paramount Township Management untuk memastikan keberlanjutan kualitas infrastruktur serta lingkungan kawasan.
Topik terkait
Pengembang Properti Paramount Land Integrasi Area Hunian Fasilitas Publik