EBuzz – PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) secara resmi mengeksekusi aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau share buyback sebagai instrumen strategis dalam pengelolaan permodalan serta upaya memperkuat kepercayaan pemegang saham.
Berdasarkan laporan terkini hingga Februari 2026, perseroan tercatat telah merealisasikan pembelian kembali sebanyak 5.810.000 lembar saham dari pasar.
![]()
Program ini dilaksanakan melalui mekanisme perdagangan di Bursa Efek Indonesia dengan periode pelaksanaan yang terbentang mulai 3 Februari 2026 hingga 2 Mei 2026. Dalam aksi korporasi tersebut, emiten pengembang kawasan PIK2 ini mengalokasikan dana maksimal sebesar Rp250 miliar yang seluruhnya bersumber dari kas internal perusahaan.
Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo mengatakan bahwa, langkah manajemen CBDK dalam mengimplementasikan program buyback ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga saham perseroan di tengah fluktuasi dinamika pasar modal.
“Aksi ini sekaligus menjadi sinyalemen kepercayaan diri manajemen bahwa valuasi harga saham saat ini dinilai belum merefleksikan fundamental perusahaan serta prospek pertumbuhan jangka panjang secara komprehensif,” kata Steven dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).
Selain sebagai upaya stabilisasi harga, program ini diproyeksikan mampu memperkuat struktur ekuitas perusahaan dan memberikan nilai tambah yang lebih optimal bagi para pemegang saham melalui peningkatan laba per saham di masa mendatang.
CBDK Kantongi Pendapatan Rp2,5 Triliun di 2025

Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,5 triliun, atau mengalami eskalasi sebesar 11% secara tahunan. Pada pos laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk, CBDK mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 48% secara tahunan menjadi Rp1,4 triliun. Soliditas profitabilitas ini tecermin dari margin laba kotor yang berada di level 66% dan margin laba bersih sebesar 54%, yang mengindikasikan efisiensi tinggi dalam monetisasi portofolio aset, khususnya pada segmen produk di distrik bisnis CBD PIK2.
Baca Juga : Laba CBDK Terbang 48%, Proyek PIK2 Jadi Tambang Uang Baru Aguan
Sementara, hingga posisi 31 Desember 2025, total aset perusahaan tercatat mencapai kisaran Rp23 triliun, yang memberikan fondasi keuangan yang kokoh bagi perseroan untuk melanjutkan pengembangan kawasan secara berkelanjutan. Struktur neraca yang kuat ini memastikan CBDK memiliki likuiditas yang memadai untuk mendukung berbagai pipeline proyek strategis masa depan sembari tetap menjalankan skema pengembalian modal kepada investor.

