Minta Restu Pemegang Saham, MBMA Bakal Private Placement II 10,79 Miliar Saham

Melalui pelaksanaan PMTHMETD II tersebut, emiten pengolahan nikel ini berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 10.799.541.990 saham baru.

Minta Restu Pemegang Saham, MBMA Bakal Private Placement II 10,79 Miliar Saham
Karyawan PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA). Dok : Istimewa
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) merencanakan penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), di mana agenda utama dalam RUPSLB tersebut adalah untuk meminta persetujuan dari para pemegang saham terkait rencana aksi korporasi Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMTHMETD II) atau private placement.

Langkah strategis ini ditempuh perseroan dalam rangka memperkuat struktur permodalan.  Melalui pelaksanaan PMTHMETD II tersebut, emiten pengolahan nikel ini berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 10.799.541.990 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Penambahan modal ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan merujuk pada Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan serta ketentuan POJK No.14/POJK.04/2019.

Presiden Direktur MBMA, Teddy Nuryanto Oetomo, menyatakan bahwa aksi korporasi ini ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mendongkrak operasional dan kinerja perseroan di masa mendatang.

"Rencana PMTHMETD II ini dilakukan sebagai penguatan struktur permodalan, menjaga fleksibilitas, mendukung strategi bisnis jangka panjang sesuai dengan mekanisme yang berlaku," ujar Teddy, dalam siaran pers, Jumat (30/10/2026). (2/11).

Tambahan Ekuitas

Teddy menjelaskan bahwa, pelaksanaan skema PMTHMETD II ini diproyeksikan memberi dampak positif terhadap peningkatan ketahanan finansial serta nilai ekuitas perseroan, dengan potensi penambahan modal disetor hingga setinggi-tingginya 10%.

Sebelumnya, perseroan telah merampungkan eksekusi PMTHMETD I pada tahun 2024 guna memperkuat struktur permodalan dan mendanai ekspansi bisnis strategis, seperti pembangunan fasilitas pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) dan Feed Preparation Plant (FPP) yang memiliki kapasitas produksi hingga 55.000 ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) per tahun.

Di samping itu, perseroan berkomitmen untuk memperkokoh posisi dalam rantai pasok global industri baterai serta mendukung peran Indonesia sebagai pusat produksi bahan baku kendaraan listrik (electric vehicle), dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) dan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pada semester I-2026 MBMA juga mencatat lonjakan kinerja keuangan, seiring peningkatan produksi dan penjualan bijih nikel, penguatan kinerja pengolahan, serta kenaikan harga jual realisasi bijih nikel.

Baca Juga : Anthony Kartono Mundur, MBMA Siap Angkat Dua Direktur Baru di RUPST

Alhasil, laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak sekitar 830% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi US$54 juta dari US$6 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.