Masuk ke Ekosistem Bisnis Haji Isyam, Pengendali Emiten ASLI Gelar Tender Offer Rp475 M

EBuzz – Pengendali baru PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) akan melaksanakan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) kepada pemegang saham publik sebagai tindak lanjut proses pengambilalihan.

Pengambilalihan dilakukan oleh PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM), perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Berdasarkan keterbukaan informasi, ultimate beneficial owner (UBO) WKM adalah Hariono.

Dalam pelaksanaannya, Penawaran Tender Wajib akan dilakukan atas sebanyak-banyaknya 2.330.000.000 saham. Angka ini setara 37,28% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan, dengan nilai nominal Rp50 per saham.

Harga Penawaran Tender Wajib ditetapkan sebesar Rp204 per saham, sehingga total nilai transaksi apabila seluruh saham publik yang ditawarkan dibeli mencapai maksimal Rp475.320.000.000 dimana pengendali baru menyatakan memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan penawaran tender wajib tersebut. Adapun periode penawaran dijadwalkan berlangsung mulai 5 Maret hingga 3 April 2026.

Menurut Direktur PT Asri Karya Lestari Tbk, Yudra Saputra, dengan dukungan latar belakang pemodal yang sangat kuat, kami yakin setelah periode tender offer ini akan menjadi momen awal yang baik bagi akselerasi perusahaan.

“Sejumlah proyek konstruksi yang pernah dikerjakan bersama antara WKM dan PT Jhonlin Baratama yang merupakan perusahaan dengan latar belakang yang kuat serta kemampuan Perseroan selama ini akan menjadi kekuatan tersendiri dalam mempercepat akselerasi ini,” ucap Yudra dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/3/2026). (5/3).

Yudra menambahkan, melalui pengambilalihan ini, diharapkan tercipta penguatan kegiatan usaha serta peningkatan efisiensi dan efektivitas operasional ASLI dalam jangka menengah dan panjang.

Selain itu, perseroan berkomitmen seluruh proses akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Sejumlah proyek konstruksi yang pernah dikerjakan bersama antara WKM dan PT Jhonlin Baratama meliputi pembangunan Workshop & Office Plant di Kalimantan Selatan, pembangunan Tangki CPKO PT Kodeco Agrojaya Mandiri, serta pembangunan mess dan perumahan karyawan. Hal ini mencerminkan kapabilitas dan pengalaman teknis yang mumpuni,” tambahnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka di atas 1% yang dikeluarkan oleh KSEI dalam situs Bursa Efek Indonesia, pemilik manfaat WKM yaitu Hariono juga memiliki saham pada sejumlah perusahaan milik group H. Isyam dan juga terdapat nama Welly Susanto yang juga memiliki kedekatan dengan group usaha tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa WKM berada dalam ekosistem bisnis dari H. Isyam.

Terbaru

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini