EBuzz-PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) berencana membagikan sebanyak-banyaknya 1.788.401.634 lembar Saham Bonus kepada para pemegang sahamnya dengan rasio 10:8 dengan nilai maksimal sebesar Rp35,76 miliar.
Aksi korporasi ini akan bersumber dari kapitalisasi Tambahan Modal Disetor (Agio Saham) per 31 Desember 2024 yang tercatat sebesar Rp35,84 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan Senin (2/3), manajemen menjelaskan setiap pemegang 10 saham lama akan memperoleh 8 Saham Bonus dengan nilai nominal Rp20 per saham. Dengan pelaksanaan aksi ini, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat dari 2.235.502.042 lembar menjadi sebanyak-banyaknya 4.023.903.676 lembar saham.
Perseroan menegaskan pembagian Saham Bonus ini bukan merupakan dividen saham. Dengan demikian, bagi pemegang saham yang nilai nominal sahamnya tidak melebihi jumlah setoran modal awal, penerimaan Saham Bonus tersebut tidak termasuk objek pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku. Adapun jika terdapat hak atas Saham Bonus dalam bentuk pecahan, akan dilakukan pembulatan ke bawah.
Untuk merealisasikan rencana tersebut,
Mengacu pada jadwal sementara, periode cum bonus di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 16 April 2026, sedangkan di pasar tunai pada 20 April 2026. Tanggal pencatatan (recording date) pemegang saham yang berhak atas Saham Bonus jatuh pada 20 April 2026, dengan rencana distribusi dilakukan pada 8 Mei 2026.
Manajemen menyampaikan langkah ini merupakan bagian dari strategi memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia.
Dari sisi kinerja, hingga akhir 2024
MEJA membukukan total aset sebesar Rp110,70 miliar, melonjak dibandingkan posisi akhir 2023 yang sebesar Rp55,21 miliar. Sepanjang 2024, pendapatan tercatat Rp47,15 miliar dengan laba periode berjalan mencapai Rp2,50 miliar.
Adapun komposisi pemegang saham
MEJA saat ini didominasi oleh PT Triple Berkah Bersama dengan kepemilikan 39,31%. Sementara Richie Adrian Hartanto S menggenggam 0,29% saham, dan masyarakat dengan kepemilikan di bawah 5 persen menguasai 60,40% saham Perseroan.

