economixbuzz Versi penuh
Ekonomi & Bisnis

Laba Timah Meroket 805%, Terkerek Harga dan Permintaan Chip Global

PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) membukukan laba bersih Rp2,71 triliun hingga semester I 2026, melonjak 805% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan turut mencatatkan pendapatan senilai Rp10,42 triliun, melesat 147% dari Rp4,22 triliun pada semester I 2025.

Oleh Clara 11 Sep 2026 10:59 2 menit baca

EBuzz - PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) membukukan laba bersih Rp2,71 triliun hingga semester I 2026, melonjak 805% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan turut mencatatkan pendapatan senilai Rp10,42 triliun, melesat 147% dari Rp4,22 triliun pada semester I 2025.

Direktur Produksi dan Komersial PT Timah (Persero) Tbk. Ilhamsyah Mahendra menyampaikan bahwa kenaikan volume penjualan serta harga jual rata rata logam timah mendorong lonjakan kinerja tersebut. Ia menyebut kondisi pasar timah global masih kondusif sepanjang paruh pertama tahun ini.

"Melihat capaian semester I dari sisi penjualan dan kinerja operasi, Perseroan sangat optimistis bahwa produktivitas akan terus tumbuh konsisten hingga akhir tahun 2026," ujarnya dalam Public Expose secara virtual, dikutip Jumat (11/9/2026).

Produksi dan Penjualan Tumbuh Dua Digit

Perseroan mencatatkan produksi bijih timah sebesar 12.232 ton Sn, naik 75% secara tahunan atau year on year (YoY). Produksi logam timah turut tumbuh 58% menjadi 10.865 metrik ton Sn pada periode yang sama.

Volume penjualan logam timah melonjak 85% menjadi 10.984 metrik ton. Perseroan menjual komoditas tersebut dengan rata rata harga jual atau average selling price (ASP) sebesar USD49.794 per metrik ton, mencerminkan penguatan signifikan dibandingkan tahun lalu.

Harga Timah Global Tetap Solid

Pasar timah global menunjukkan fundamental yang kokoh sepanjang semester I 2026. Harga rata rata London Metal Exchange (LME) Cash Settlement tercatat sebesar USD50.319,19 per metrik ton, naik 56,68% secara tahunan.

Permintaan industri semikonduktor, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pusat data, serta transisi energi global terus memperkuat posisi timah sebagai komoditas strategis dunia. Tingginya kebutuhan sektor teknologi ini menjaga harga timah tetap berada di jalur penguatan.

Baca Juga Antam (ANTM) Cetak Laba Rp6,91 Triliun, Bisnis Emas Jadi Penopang

Perkuat Cadangan untuk Bisnis Jangka Panjang

Perseroan terus memperkuat eksplorasi darat dan laut guna menopang keberlanjutan bisnis ke depan. Hingga semester I 2026, PT Timah (Persero) Tbk. mencatat total sumber daya timah sebesar 798 ribu ton dan cadangan sebesar 312 ribu ton Sn.

Ilhamsyah menegaskan momentum kenaikan harga komoditas global menjadi stimulus kuat bagi pertumbuhan laba bersih perseroan. "Pencapaian positif ini tidak lepas dari peran, sinergi dan dukungan penuh dari seluruh stakeholder," tutupnya.

Topik terkait
TINS PT TIMAH