economixbuzz Versi penuh
Ekonomi & Bisnis

BEI Gembok Saham Jhonlin Agro Usai Melonjak 94%, LCKM Ikut Disetop

Oleh Clara 11 Sep 2026 11:12 2 menit baca

EBuzz - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk. (JARR) di pasar reguler dan pasar tunai mulai 11 September 2026. Otoritas bursa menjatuhkan suspensi sebagai langkah cooling downuntuk melindungi investor dari risiko volatilitas ekstrem.

BEI menilai saham milik konglomerat Haji Isam tersebut telah mencatatkan kenaikan harga kumulatif yang signifikan dalam waktu singkat. Saham JARR melesat 15,22% dalam sepekan terakhir dan melonjak 94,24% dalam sebulan terakhir. Harga saham emiten kelapa sawit itu kini bertengger di level Rp3.710 per saham.

BEI menegaskan bahwa penghentian sementara ini memberi ruang bagi pelaku pasar untuk mencerna informasi secara matang sebelum mengambil keputusan investasi. Otoritas bursa berupaya meredam potensi euphoria pasar yang dapat memicu aksi spekulatif.

LCKM Tersandung Isu Going Concern

BEI juga menyuspensi perdagangan efek PT LCK Global Kedaton Tbk. (LCKM) di seluruh pasar sejak Kamis, 10 September 2026. Otoritas bursa mengambil langkah ini menyusul ketidakpastian atas kelangsungan usaha atau going concern emiten konstruksi telekomunikasi tersebut.

Sebelumnya, efek LCKM telah lebih dulu disuspensi di pasar reguler dan pasar tunai. Harga sahamnya kini tertahan di level Rp109 per saham, mencerminkan tekanan valuasi yang berkepanjangan.

Baca Juga Antam (ANTM) Cetak Laba Rp6,91 Triliun, Bisnis Emas Jadi Penopang

Bursa Ingatkan Keterbukaan Informasi

Manajemen BEI meminta seluruh pemangku kepentingan mencermati keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan sebagai acuan utama dalam pengambilan keputusan investasi.

"Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan," demikian pernyataan resmi manajemen BEI, dikutip Jumat (11/9/2026).

Langkah suspensi ganda ini menegaskan komitmen bursa menjaga integritas pasar modal domestik, sekaligus memberi sinyal kewaspadaan bagi investor ritel yang kerap terjebak pola pump and dump saham berkapitalisasi kecil.

Topik terkait
JARR Jhonlin Agro