economixbuzz Versi penuh
Pasar Modal

Antam (ANTM) Cetak Laba Rp6,91 Triliun, Bisnis Emas Jadi Penopang

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba bersih Rp6,91 triliun pada semester I-2026. Kinerja tersebut didukung optimalisasi operasional, pengelolaan portofolio komoditas.

Oleh Praditya 11 Sep 2026 08:35 3 menit baca

EBuzz - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba bersih Rp6,91 triliun pada semester I-2026. Kinerja tersebut didukung optimalisasi operasional, pengelolaan portofolio komoditas, serta pengembangan hilirisasi emas, nikel, dan bauksit.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM Arini Kasmira mengatakan, perseroan terus menjaga fundamental keuangan melalui pengelolaan biaya dan optimalisasi operasional.

Menurutnya, strategi tersebut dijalankan bersamaan dengan pengembangan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah komoditas yang dikelola perseroan.

“ANTAM terus berfokus menjaga fundamental keuangan melalui pengelolaan biaya yang disiplin, optimalisasi kinerja operasional, serta penguatan bisnis pada komoditas utama,” ujar Arini dalam Paparan Publik 2026, Kamis (10/9/2026). (11/9).

Baca Juga : Laba Antam Melesat 34% Jadi Rp6,91 Triliun di Semester I-2026

Sementara itu, pada semester I-2026, ANTAM mencatat volume penjualan emas sekitar 18,1 ton dengan pendapatan dari segmen tersebut mencapai sekitar Rp50,39 triliun. Perseroan memperkuat rantai nilai bisnis emas melalui penguatan pasokan bahan baku, peningkatan kapabilitas pengolahan dan manufaktur, serta pengembangan akses pasar.

ANTAM juga mempersiapkan pengembangan fasilitas manufaktur Logam Mulia di Gresik dengan proyeksi kapasitas sekitar 30 ton per tahun. Saat ini, proyek tersebut berada pada tahap prakonstruksi.

“Kinerja bisnis emas memberikan kontribusi positif bagi ANTAM pada semester I 2026. Ke depan, kami akan terus mencermati dinamika pasar dan menjaga fleksibilitas strategi bisnis, termasuk melalui penguatan rantai pasok, kapabilitas pengolahan dan manufaktur, serta pengembangan pasar,” katanya.

Optimalisasi Portofolio Bisnis Nikel dan Bauksit

Arini menambahkan, perseroan terus mengoptimalkan portofolio bisnis nikel dan bauksit sebagai bagian dari diversifikasi komoditas. Di mana, pada komoditas nikel, ANTAM mencatat produksi bijih nikel sekitar 7,78 juta wet metric ton (wmt) sepanjang semester I-2026. Sementara volume penjualan mencapai sekitar 6,77 juta wmt.

Seluruh penjualan bijih nikel pada periode tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik. ANTAM juga melanjutkan pengembangan hilirisasi nikel yang mencakup rantai bisnis pertambangan, rotary kiln electric furnace (RKEF), high pressure acid leach (HPAL), material baterai, hingga sel baterai.

Pengembangan tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik.

“Pengembangan hilirisasi merupakan bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang ANTAM. Kami ingin memastikan sumber daya yang dimiliki Perseroan dapat memberikan nilai tambah yang semakin optimal melalui pengembangan rantai bisnis yang lebih terintegrasi, dengan tetap memperhatikan aspek keekonomian proyek dan pengelolaan risiko,” jelas Arini.

Untuk komoditas bauksit, ANTAM memperkuat integrasi rantai nilai mulai dari pertambangan hingga produk alumina. Perseroan memiliki tambang bauksit di Tayan serta fasilitas Chemical Grade Alumina (CGA) melalui PT Indonesia Chemical Alumina dengan kapasitas terpasang 300 ribu ton per tahun.

Selain itu, ANTAM memiliki kepemilikan sebesar 40% pada fasilitas Smelter Grade Alumina (SGA) Mempawah dengan kapasitas terpasang 1 juta ton per tahun.

Pengembangan rantai nilai tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan dalam meningkatkan nilai tambah komoditas mineral dan mendukung industri pengolahan mineral nasional.

Dari sisi keuangan, hingga semester I-2026 ANTAM membukukan total aset Rp61,27 triliun dan total ekuitas Rp38,53 triliun. Perseroan juga mencatat kas dan setara kas sebesar Rp9,23 triliun pada periode tersebut.

Arini mengatakan ANTAM akan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, disiplin investasi, dan pengelolaan risiko dalam menjalankan agenda pengembangan perseroan.

“Kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, disiplin investasi, dan pengelolaan risiko. Setiap agenda pengembangan akan kami jalankan secara prudent agar memberikan nilai tambah yang optimal sekaligus menjaga kesehatan keuangan Perseroan dalam jangka panjang,” tuturnya.

Baca Juga : Cetak Laba Jumbo, Antam (ANTM) Tebar Dividen Rp5,04 Triliun

ANTAM selanjutnya akan mengoptimalkan portofolio emas, nikel, dan bauksit serta melanjutkan pengembangan hilirisasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan.

“Ke depan, ANTAM akan terus mengoptimalkan portofolio emas, nikel, dan bauksit serta mengembangkan hilirisasi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang,” pungkas Arini.

Topik terkait
Pendapatan Antam Laba Bersih Antam PT Aneka Tambang Tbk. ANTM