Bank Jago (ARTO) Gelontorkan Rp5 Miliar untuk Pengembangan AI
PT Bank Jago Tbk (ARTO) mengalokasikan anggaran sekitar US$350 ribu atau setara Rp5 miliar untuk pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI). Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung peningkatan efisiensi operasional.
EBuzz - PT Bank Jago Tbk (ARTO) mengalokasikan anggaran sekitar US$350 ribu atau setara Rp5 miliar untuk pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI). Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung peningkatan efisiensi operasional perseroan.
Direktur Bank Jago Supranoto Prajogo mengatakan, perseroan telah menganggarkan dana khusus untuk pengembangan dan pemanfaatan AI.
“Kalau terkait dengan AI itu sendiri, kami mem-budget-kan sekitar 350 ribu dolar AS atau sekitar Rp5 miliar,” ujar Supranoto dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026). (11/9).
Menurut Supranoto, implementasi AI telah diterapkan di sejumlah lini bisnis Bank Jago, mulai dari proses pemberian kredit, sistem deteksi penipuan atau fraud detection, hingga layanan nasabah.
Baca Juga : Bank Jago (ARTO) Bantah Isu Rencana Merger dengan BFI Finance
Pada proses kredit, AI digunakan untuk membantu perseroan melakukan assessment terhadap portofolio kredit ritel. Dengan karakteristik portofolio tersebut, proses penyaringan dilakukan berdasarkan level portofolio.
“Penerapan AI ini telah kami lakukan. Ini terkait dengan pemberian kredit, tentunya ini untuk melakukan assessment,” katanya.
Pemanfaatan AI untuk Layanan Costumer Service
Selain proses kredit, Bank Jago memanfaatkan AI dalam sistem deteksi penipuan. Teknologi tersebut digunakan untuk membantu mengidentifikasi potensi fraud yang terjadi dalam aktivitas perbankan.
“Kemudian kami juga memiliki fraud detection system yang juga memanfaatkan AI,” ujar Supranoto.
Pemanfaatan AI juga diterapkan pada layanan customer service melalui chatbot. Fitur tersebut digunakan untuk memberikan respons secara langsung terhadap pertanyaan dasar dari nasabah.
Supranoto menjelaskan, chatbot berbasis AI digunakan untuk menjawab pertanyaan yang bersifat mendasar dan tidak berkaitan dengan informasi pribadi nasabah.
“Untuk chatbot kami, kami memang dibantu oleh AI juga. Apabila terdapat pertanyaan-pertanyaan yang cukup mendasar dan tanpa ada personal information, itu juga bisa kita jawab secara langsung,” katanya.
Baca Juga : Perkokoh Bisnis Digital, ARTO Raup 17,2 Juta Nasabah hingga Juni 2025
Supranoto menambahkan, pemanfaatan teknologi AI menjadi bagian dari upaya Bank Jago dalam meningkatkan efisiensi operasional serta mendukung proses bisnis yang membutuhkan pengolahan data dan respons secara cepat.