EBuzz – Kinerja keuangan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) tertekan signifikan sepanjang 2025. Emiten properti milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan ini membukukan laba bersih sebesar Rp32,18 miliar, ambles 76,49% dibandingkan capaian tahun buku 2024 yang mencapai Rp136,85 miliar.
Corporate Secretary GMTD Tubagus Syamsul Hidayat mengungkapkan, perseroan mencatatkan pendapatan bersih Rp288,53 miliar, turun tajam 27,8% secara tahunan dari Rp399,63 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pelemahan kinerja top line ini berdampak langsung pada penurunan profitabilitas perseroan.
“Di tengah tekanan pendapatan, GMTD hanya mampu menekan beban pokok pendapatan sebesar 18,34% (year-on-year) menjadi Rp138,45 miliar. Alhasil, laba bruto menyusut 34,78% menjadi Rp150,08 miliar pada 2025, dari sebelumnya Rp230,26 miliar,” kata Tubagus dalam keterbukaan informasi, Kamis (26/2/2026). (27/2).
Menurutnya, tekanan kinerja semakin terasa di level operasional. Laba usaha GMTD sepanjang Januari–Desember 2025 tercatat Rp35,53 miliar, anjlok 73,59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp134,59 miliar. Sementara itu, laba sebelum pajak turun 76,09% menjadi Rp32,82 miliar.

Setelah membukukan beban pajak penghasilan sebesar Rp641,06 juta, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp32,18 miliar, atau merosot 76,49% secara tahunan.
Sementara dari sisi neraca, total ekuitas GMTD per akhir 2025 tercatat Rp859,24 miliar, tumbuh 3,41% dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp830,89 miliar. Namun, total liabilitas meningkat 17,73% menjadi Rp545,29 miliar, dengan kewajiban jangka pendek mendominasi sebesar Rp303,11 miliar.
Adapun untuk total aset perseroan naik 8,53% menjadi Rp1,40 triliun. Pos kas dan setara kas tercatat Rp86,90 miliar, tumbuh 10,84% dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp78,40 miliar, memberikan bantalan likuiditas di tengah tekanan kinerja laba.

