Kinerja Q3-2026 Melesat, HAIS Kantongi Pendapatan Rp593,46 Miliar

PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS), emiten penyedia jasa logistik dan transportasi laut terintegrasi, mencatatkan perbaikan kinerja keuangan secara beruntun hingga periode kuartal III-2026.

Kinerja Q3-2026 Melesat, HAIS Kantongi Pendapatan Rp593,46 Miliar
Kapal PT Hasnur Internasional Tbk. (HAIS). Dok : Istimewa
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Hasnur Internasional Shipping Tbk (HAIS), emiten penyedia jasa logistik dan transportasi laut terintegrasi, mencatatkan perbaikan kinerja keuangan secara beruntun hingga periode kuartal III-2026.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp221,11 miliar pada kuartal III-2026, atau tumbuh 5,57% dibandingkan perolehan kuartal II-2026 yang sebesar Rp209,45 miliar. Capaian ini melanjutkan tren pertumbuhan pendapatan dari Rp162,90 miliar pada kuartal I-2026, sekaligus menandai kenaikan kinerja selama dua kuartal berturut-turut.

Di samping itu, perseroan secara konsisten menekan beban umum dan administrasi hingga turun 23,79% YoY menjadi Rp47,84 miliar pada Januari–September 2026 dari Rp62,77 miliar pada periode sama tahun lalu. Penurunan ini memperbaiki rasio beban umum dan administrasi terhadap pendapatan menjadi 8,06%, dibandingkan sebelumnya 9,49%.

Direktur Keuangan PT Hasnur Internasional Shipping Tbk, Rickie, dalam keterangan tertulisnya, menyampaikan bahwa secara kumulatif sepanjang periode Januari hingga September 2026, perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp593,46 miliar dengan raihan laba bersih konsolidasian mencapai Rp20,35 miliar.

Dari sisi operasional, volume kargo yang berhasil diangkut pada Q3-2026 mencapai 2,67 juta metrik ton (MT), atau melonjak 12,95% dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 2,36 juta MT. Kargo dari entitas grup berkontribusi dominan sebesar 75,43% terhadap total volume angkutan kuartal III-2026, sedangkan kargo non-grup menyumbang sebesar 24,57%.

"Peningkatan pendapatan dan volume angkutan menjadi dasar untuk melanjutkan perbaikan. Fokus kami adalah memperkuat kontribusinya terhadap profitabilitas melalui evaluasi biaya pengangkutan, optimalisasi armada, dan pengelolaan rute, dengan tetap menjaga keselamatan serta keandalan layanan," ujar Rickie. (30/10).

Baca Juga : HAIS Bagikan Dividen Rp26,1 Miliar, Setara 30% dari Laba Bersih 2025

Rickie menambahkan, perseroan menghasilkan arus kas operasi positif sebesar Rp124,90 miliar sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026. Pada Q3, penerimaan kas dari pelanggan tercatat sebesar Rp264,82 miliar, meningkat 2,85% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp257,47 miliar.

Adapun, posisi saldo piutang usaha neto pada akhir September 2026 berhasil ditekan ke level Rp170,98 miliar, lebih rendah dari posisi akhir Juni 2026 yang tercatat sebesar Rp195,24 miliar.

Posisi kas dan setara kas perseroan tumbuh 29,51% menjadi Rp109,19 miliar pada akhir September 2026, dibandingkan posisi akhir Juni 2026 sebesar Rp84,32 miliar. Pergerakan kas tersebut mencakup dinamika kegiatan operasional, investasi, serta skema pendanaan termasuk penerimaan fasilitas pinjaman bank.

"Pengelolaan keuangan kami diarahkan untuk menjaga ketersediaan dana bagi operasional, memenuhi kewajiban, dan mendukung investasi secara terukur. Kami terus mencermati keseimbangan antara kas yang dihasilkan dari kegiatan usaha, kebutuhan investasi, serta penggunaan pendanaan," terangnya.

Ekspansi Bisnis

Lebih lanjut ia menambahkan, sebagai bagian dari strategi perluasan kapasitas layanan logistik maritim terintegrasi, perseroan melanjutkan proyek pembangunan fasilitas pemuatan terapung (floating loading facility/FLF) melalui sinergi entitas anak dan perusahaan patungan. Progres konstruksi fasilitas FLF tersebut telah mencapai 83,35% pada akhir September 2026 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026.

Sepanjang Januari hingga September 2026, akumulasi penambahan aset dalam penyelesaian untuk proyek FLF telah terealisasi sebesar Rp139,45 miliar, sedangkan alokasi belanja modal (capex) untuk penambahan armada kapal tercatat mencapai Rp68,68 miliar.

"Ekspansi aset ini disiapkan untuk memperkuat struktur pendapatan baru setelah seluruh fasilitas beroperasi secara komersial," tutupnya.