Pendapatan Ambles di Q3-2026, RGAS Pacu Efisiensi Beban Usaha

Hingga kuartal III-2026, perseroan membukukan total pendapatan RGAS sebesar Rp83,03 miliar, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai Rp175,23 miliar.

Pendapatan Ambles di Q3-2026, RGAS Pacu Efisiensi Beban Usaha
Jaringan Gas PT Kian Santang Muliatama Tbk. (RGAS). Dok : Istimewa
Bacakan Artikel

EBuzz - PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) merilis laporan keuangan konsolidasian untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026. Berdasarkan laporan keuangan tersebut, emiten penyedia jasa penunjang industri gas nasional ini membukukan kinerja keuangan dengan perolehan laba bersih di tengah dinamika pasar industri migas.

 

Hingga kuartal III-2026, perseroan membukukan total pendapatan RGAS sebesar Rp83,03 miliar, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan realisasi pendapatan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp175,23 miliar.

Direktur Utama PT Kian Santang Muliatama Tbk, Edy Nurhamid Amin, menyampaikan bahwa perolehan pendapatan tersebut diikuti oleh langkah efisiensi pada beban pokok pendapatan yang tercatat sebesar Rp60,12 miliar.

"Dari kalkulasi tersebut, RGAS berhasil mencatatkan laba bruto sebesar Rp22,91 miliar. Setelah dikurangi berbagai komponen beban usaha, beban lain-lain, serta taksiran beban pajak, perseroan mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp3,87 miliar," ucap Edy dalam keterbukaan informasi, Jumat (23/10/2026).

Laba Bersih RGAS

Sementara itu dari total perolehan laba, jumlah laba komprehensif tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp3,86 miliar, sementara porsi yang diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali tercatat sebesar Rp7,87 juta. Hasil kinerja keuangan hingga akhir September 2026 ini menghasilkan laba per saham dasar sebesar Rp2,65 per lembar saham.

Dari sisi posisi keuangan konsolidasian, total struktur aset perseroan mencatatkan pertumbuhan positif. Per 30 September 2026, jumlah aset PT Kian Santang Muliatama Tbk meningkat menjadi Rp167,28 miliar, dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2025 sebesar Rp157,92 miliar. Pertumbuhan total aset tersebut ditopang oleh terjaganya keseimbangan pada struktur pendanaan internal perusahaan.

"Manajemen RGAS terus berkomitmen untuk menjaga efisiensi operasional serta memperkuat posisi strategis perseroan dalam mendukung proyek-proyek infrastruktur energi dan migas di tanah air guna memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan," tambahnya.

Baca Juga : BEI Gembok Saham Kian Santang (RGAS), Ini Penyebabnya

Adapun jumlah liabilitas perseroan per 30 September 2026 tercatat sebesar Rp61,11 miliar yang terdiri atas kewajiban jangka pendek dan jangka panjang. Sementara itu, posisi ekuitas perseroan menguat menjadi Rp106,17 miliar dibandingkan posisi pada akhir tahun 2025 yang berada di angka Rp103,91 miliar.